LED (Light Emitting Dioda)

Wednesday, June 13th 2012. | Komponen

LED (Light Emitting Dioda) adalah dioda yang dapat memancarkan cahaya pada saat mendapat arus bias maju (forward bias). LED (Light Emitting Dioda)  dapat memancarkan cahaya karena menggunakan dopping galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda diata dapat menhasilkan cahaya dengan warna yang berbeda. LED (Light Emitting Dioda) merupakann salah satu jenis dioda, sehingga hanya akan mengalirkan arus listrik satu arah saja. LED akan memancarkan cahaya apabil diberikan tegangan listrik dengan konfigurasi forward bias. Berbeda dengan dioda pada umumnya, kemampuan mengalirkan arus pada LED (Light Emitting Dioda) cukup rendah yaitu maksimal 20 mA. Apabila LED (Light Emitting Dioda)  dialiri arus lebih besar dari 20 mA maka LED akan rusak, sehingga pada rangkaian LED dipasang sebuah resistor sebgai pembatas arus. Simbol dan bentuk fisik dari LED (Light Emitting Dioda) dapat dilihat pada gambar berikut.

Simbol Dan Bentuk Fisik LED

bentuk LED,simbol LED,Light Emitting Diode,teori LED,artikel LED,dasar teori LED,kaki LED,menentukan kaki LED,LED menyala,lampu LED,indikator LED,aplikasi LEDkonstruksi LED,sambungan LED,doping pada LED,alasan LED menyala,penyebab LED menyala,pin LED,anoda LED,katoda LED,komponen LED,pengertian LED,definisi LED,penggunaan LED

Dari gambar diatas dapat kita ketahui bahwa LED memiliki kaki 2 buah seperti dengan dioda yaitu kaki anoda dan kaki katoda. Pada gambar diatas kaki anoda memiliki ciri fisik lebih panjang dari kaki katoda pada saat masih baru, kemudian kaki katoda pada LED (Light Emitting Dioda)  ditandai dengan bagian body LED yang di papas rata. Kaki anoda dan kaki katoda pada LED (Light Emitting Dioda) disimbolkan seperti pada gambar diatas. Pemasangan LED (Light Emitting Dioda) agar dapat menyala adalah dengan memberikan tegangan bias maju yaitu dengan memberikan tegangan positif ke kaki anoda dan tegangan negatif ke kaki katoda.

Konsep pembatas arus pada dioda adalah dengan memasangkan resistor secara seri pada salah satu kaki LED (Light Emitting Dioda). Rangkaian dasar untuk menyalakan LED (Light Emitting Dioda)  membutuhkan sumber tegangan LED dan resistor sebgai pembatas arus seperti pada rangkaian berikut.

Rangkaian Dasar Menyalakan LED (Light Emitting Dioda)

rangkaian LED,skema LED,rangkaian dasar LED,skema dasar LED,prinsip dasar LED,menyalakan LED,rangkaian lampu LED,skema Lampu LED,memasang LED,susunan LED,rangkaian lampu LED,skema lampu LED,rumus arus LED,pembatas arus LED,menghitung arus LED,arus maksimal LED,maksismum arus LED,batas maksimal arus LED,tegangan kerja LED,arah arus LED

Besarnya arus maksimum pada LED (Light Emitting Dioda)  adalah 20 mA, sehingga nilai resistor harus ditentukan. Dimana besarnya nilai resistor berbanding lurus dengan besarnya tegangan sumber yang digunakan. Secara matematis besarnya nilai resistor pembatas arus LED (Light Emitting Dioda)  dapat ditentukan menggunakan persamaan berikut.

R=\frac{V_{s}-2volt}{0,02Ampere}

Dimana :

R = resistor pembatas arus (Ohm)
Vs = tegangan sumber yang digunakan untuk mensupply tegangan ke LED (volt)
2 volt = tegangan LED (volt)
0,02 A = arus maksimal LED (20 mA)

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "LED (Light Emitting Dioda)" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "LED (Light Emitting Dioda)":

1 Komentar Untuk Artikel " LED (Light Emitting Dioda)" »

Buat Pesan Untuk Artikel "LED (Light Emitting Dioda)"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
5+3= (Plus)