Sistem Radio Penerima

Friday, August 31st 2012. | Teori Elektronika

Dilihat dari jenis modulasinya radio penerima dibedakan dalam dua macam yaitu radio AM jika modulasi yang digunakan modulasi amplitudo yang mempunyai sifat amplitudo sinyal termodulasi bervariasi mengikuti variasi amplitudo sinyal informasi. Radio  penerima jenis yang kedua adalah radio FM jika modulasi yang digunakan modulasi frekuensi, yaitu sinyal termodulasi frekuensi bervariasi mengikuti variasi amplitudo sinyal infotmasi. Frekuensi pembawa radio modulasi amplitudo (AM) dalam cakupan 535 sampai 1605 kHz. Pembawa frekuensi dari 540 sampai 1600 kHz ditandai dengan interval 10 kHz. Radio FM mempunyai band dari 88 sampai 108 MHz antara televisi kanal 6 dan 7 VHF. Stasiun FM ditandai dengan frekuensi senter pada 200 kHz pemisahan dimulai pada 88,1 MHz untuk maksimum 100 stasiun. Stasiun FM ini mempunyai deviasi maksimum 75 kHz dari frekuensi senter upper 25 kHz dan lower “jalur pemandu’ untuk meminimkan interaksi dengan pengaturan band frekuensi.

Pengertian Radio AM

Informasi dipancarkan dari stasiun radio AM, secara listrik gambaran suara (yang diambil dari mikropon atau sumber program lain) digunakan untuk memodulasi amplitudo gelombang pembawa kemudian dipancarkan dari antena pemancar stasiun radio. Ini kontras dengan radio FM dimana sinyal digunakan untuk modulasi frekuensi pembawa. Spektrum frekuensi antara 535 kHz dan 1605 kHz dan gelombang pembawa dipisahkan dengan 10 kHz. Penerima radio dapat di tune untuk menerima satu dari sejumlah frekuensi pembawa radio dalam area penerimaan. Ini membuat praktis dengan memindahkan sinyal dari pembawa pada frekuensi menengah dalam radio dengan proses yang dinama-kan heterodyne. Penerima hetero-dyne, kebanyakan secara elektronik mempertahankan pengaturan frekuensi mene-ngah sehingga hanya sebagi-an kecil dari rangkaian penerima harus diatur bila stasiun berubah.

Prinsip Radio Heterodyne

Heterodyne merupakan metode pemindahan sinyal siaran dari pembawanya pada frekuensi menengah lokal yang telah ditetapkan dalam penerima sehingga kebanyakan pada penerima tidak harus disetel kembali ketika kanal berubah. Interferensi dua gelombang akan menghasilkan suatu layangan frekuensi dan teknik ini menyediakan pengaturan radio untuk memaksa radio menghasilkan layangan frekuensi tertentu yang dinamakan frekuensi menengah atau disingkat IF.

Gelombang elektromanetik pembawa yang membawa sinyal dengan pertolongan modulasi amplitudo atau modulasi frekuensi dapat memindahkan sinyal pembawa dari frekuensi yang berbeda-beda dengan proses yang dinamakan heterodyning. Perpindahan ini terpenuhi dengan mencampurkan pembawa yang dimodulasi dengan gelombang sinus frekeunsi yang berbeda. Proses ini menghasilkan layangan frekuensi sama dengan perbedaan antar frekuensi.

Penyampuran antara layangan frekuensi yang berasal dari pembawa dan osilator lokal menghasilkan frekuensi menengah (IF) yang besarnya tetap. Kebanyakan radio penerima dapat dikonstruksi digunakan dengan sinyal radio yang banyak. Osilator lokal diatur untuk menghasilkan layangan frekuensi yang sama dengan frekuensi tetap IF. Dengan sistem heterodyning hanya dengan satu radio penerima, dapat diatur untuk penerimaan stasiun pemancar radio lokal yang manapun, tetapi jika tidak menggunakan heterodyning maka diperlukan satu radio penerima untuk masing-masing stasiun pemancar.

Sinyal Siaran Radio

Radio komunikasi pada umumnya dalam bentuk transmisi radio AM atau FM. Sinyal siaran tunggal, demikian merupakan sinyal audio monophonic, dapat dikerjakan dengan modulasi amplitudo secara langsung atau modulasi frekuensi. Transmisi lebih kompleks menyediakan jalur sisi yang muncul dari penjumlahan dan perbedaan frekuensi yang dihasilkan superposisi dari beberapa sinyal gelombang pembawa. Misal dalam transmisi FM stereo, jumlah kanal kiri dan kanan (L+R) digunakan untuk modulasi frekuensi pembawa dan memisahkan sub pembawa pada 38 kHz juga dilapiskan pada pembawa. Sub pembawa dimodulasikan dengan perbedaan sinyal (L-R) sehingga sinyal yang ditransimisikan kanan dan kiri menjadi terpisah untuk menghasilkan stereo pada saat diplayback.

Dalam transmisi televisi, tiga sinyal harus dikirimkan pada pembawa yaitu audio, intensitas gambar dan krominansi gambar. Proses ini menggunakan dua sub pembawa. Transmisi lain seperti TV satelit dan transmisi telepon jarak jauh menggunakan banyak sub pembawa untuk memancarkan beberapa sinyal secara serentak.

Gambar Sistem modulasi Radio AM

Sistem Radio Penerima,Pengertian Radio AM,Prinsip Radio Heterodyne,Sinyal Siaran Radio,Gambar Sistem modulasi Radio AM,radio AM,radio FM,modulasi amplitudo,modulasi frekuensi,stasiun radio AM,pemancar stasiun radio,Penerima radio,Penerima hetero-dyne,amplitudo gelombang pembawa,Heterodyne,Gelombang elektromanetik,radio penerima,transmisi radio AM,transmisi FM stereo,sinyal audio monophonic

Radio AM menggunakan gambaran listrik dari suatu sumber suara yang amplitudonya dimodulasikan dengan suatu gelombang pembawa. Pada akhir penerima dalam proses deteksi gambaran ini dilepaskan kembali dari pembawa dan distel kembali ke dalam suara dengan loudspeaker.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Sistem Radio Penerima" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Sistem Radio Penerima":

Buat Pesan Untuk Artikel "Sistem Radio Penerima"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
5+6= (Plus)