Respon Frekuensi Penguat

Thursday, May 3rd 2012. | Teori Elektronika

Suatu penguat tentunya mempunyai keterbatasan dalam hal kemampuan melewatkan frekuensi sumber sinyal yang disebut sebagai respon frekuensi penguat. Secara umum penguat hanya mampu melewatkan daerah frekuensi menengah. Hal ini berarti faktor penguatan dari penguat tersebut menurun baik pada daerah frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Oleh karena itu penguat tersebut dikatakan mempunyai tanggapan frekuensi (respon frekuensi) tertentu. Respon frekuensi dari setiap penguat berbeda-beda, yakni tergantung dari penggunaan penguat tersebut. Ukuran untuk menyatakan seberapa lebar tanggapan frekuensi suatu penguat biasanya disebut dengan lebar band (bandwidth).

Karakteristik suatu penguat pada frekuensi rendah akan berbeda apabila diberi masukan frekuensi tinggi. Pada frekuensi rendah, kapasitor-kapasitor kopling dan by-pass tidak lagi diganti dengan ekivalen hubung singkat (dengan reaktansi kapasitip = 0) karena nilai reaktansinya menjadi menjadi semakin besar pada frekuensi rendah. Demikian juga apabila bekerja pada frekuensi tinggi, kapasitor liar yang timbul pada kaki-kaki transistor dan karena pengkabelan PCB yang nilainya sangat kecil (dalam orde pF) akan mempunyai reaktansi kapasitip yang cukup berarti pada frekuensi tinggi, sehingga akan mempengaruhi faktor penguatan.

Kurva Respon Frekuensi Penguat CE Kopling Kapasitor

Kurva Respon Frekuensi Penguat CE Kopling Kapasitor,respon frekuensi penguat ce,respon frekuensi,definisi respon frekuensi,teori respon frekuensi,tanggapan frekuensi penguat,responfrekuensi kopling c,tanggapan frekuensi penguat ce

Kurva respon frekuensi secara umum dari penguat CE dengan kopling C dapat dilihat pada gambar diatas. Kurva respon frekuensi ini dibuat dengan sumbu horisontal berupa besaran frekuensi (masukan) dalam skala logaritmis dan sumbu vertikal berupa besaran penguatan (atau keluaran) dalam skala linier. Kertas yang digunakan untuk menggambarkan kurva respon frekuensi disebut kertas semi-log (artinya semi logaritmis). Dengan menggunakan skala logaritmis yakni jarak antara satu titik dengan lainnya tidaklah linier melainkan secara logaritmis, maka penggambaran besaran frekuensi akan efisien.

Terlihat pada kurva respon frekuensi diatas bahwa pada daerah frekuensi rendah, semakin rendah frekuensi semakin kecil pula penguatannya (atau gain). Hal ini disebabkan karena pengaruh CE (C by-pass pada emitor), CS (C kopling pada masukan), dan CC (C kopling pada keluaran). Ketiga kapasitor ini reaktansi kapasitipnya akan semakin besar bila frekuensinya semakin rendah (XC = 1/2pfC), sehingga faktor penguatannya menjadi berkurang. Sedangkan pada daerah frekuensi tinggi, semakin tinggi frekuensi semakin kecil penguatan. Hal ini disebabkan karena reaktansi dari kapasitor liar menjadi kecil dan ini akan membebani penguat sehingga penguatannya menjadi menurun.

Lebar bidang frekuensi yang menentukan ukuran bandwidth dari suatu respon frekuensi dibatasi oleh f1 (atau fL) untuk frekuensi rendah dan f2 (atau fH) untuk frekuensi tinggi. Istilah f1 dan f2 ini biasanya disebut dengan frekuensi corner, cutoff, break, atau half power (setengah daya). Nilai penguatan pada titik f1 dan f2 ini adalah sebesar 0.707 Avmid. Faktor sebesar 0.707 ini dipilih karena pada titik ini daya keluaran menjadi setengah dari daya keluaran pada frekuensi menengah.

Daya output pada frekuensi menengah, (POmid) :

Po_{mid}=[Vo^2]/Ro=[Av_{mid}\cdotVi^2]/Ro

Daya output pada f1 dan f2, (PoHPF) :

Po_{HPF}=[0,707Av_{mid}|cdotVi]^2/Ro=0,5[Av_{mid}\cdotVi]^2/Ro=0,5Po_{mid}

Bandwidth (BW) :

BW=f2-f1=fH-fL

Kurva Respon Frekuensi Yang Dinormalisasi

Kurva Respon Frekuensi Yang Dinormalisasi,respon frekuensi yang dinormalisasi,frekuensi respon penguat,frekusni respon kondisi normal,taggapan frekuensi normal

Dalam sistem komunikasi baik audio maupun video, penggambaran kurva respon frekuensi digunakan ukuran decibel untuk menunjukkan level penguatan (gain). Untuk menggambarkan kurva dalam satuan decibel terlebih dahulu kurva pada gambar kurva respon frekuensi perlu di normalisasi, seperti gambar diatas. Sumbu vertikal merupakan satuan Av/Avmid, sehingga pada saat Av nya adalah Avmid, maka nilai pada titik tersebut adalah 1. Selanjutnya kurva dengan satuan decibel dapat dibuat dengan mengkonversi satuan penguatan ke decibel (dB).

Av/Av_{mid}(dB)=20LogAv/Av_{mid}

Kurva respon frekuensinya dapat dilihat pada gambar berikut. Pada frekuensi menegah nilai dBnya adalah 20 log 1 = 0 dB, sedangkan pada frekuensi cutoff nilainya adalah 20 log 1/√2 = -3 dB.

Kurva Respon Frekuensi Dalam Decibel (dB)

Kurva Respon Frekuensi Dalam Decibel (dB),frekuensi respon dalam dB,respon frekuensi dalam dB,tanggapan frekuensi dalam dB,grafik respon frekuensi,grafik tanggapan frekuensi,gambar tanggapan frekuensi,bentuk respon frekueansi

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Respon Frekuensi Penguat" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Respon Frekuensi Penguat":

Buat Pesan Untuk Artikel "Respon Frekuensi Penguat"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
3+4= (Plus)