Power Amplifier Kelas C

Friday, June 1st 2012. | Rangkaian, Teori Elektronika

Power amplifier kelas C hanya membutuhkan 1 transistor penguat untuk dapat bekerja dengan baik, tidak seperti pada penguat kelas B yang membutuhkan 2 transistor untuk bekerja dengan baik. Power amplifier kelas C memang didesain khusus untuk menguatkan sinyal hanya 1 fasa positif saja. Ada beberapa aplikasi yang memang hanya memerlukan 1 fasa positif saja. Contohnya adalah pendeteksi dan penguat frekuensi pilot, rangkaian penguat tuner RF dan sebagainya. Transistor penguat kelas C bekerja aktif hanya pada fasa positif saja, bahkan jika perlu cukup sempit hanya pada puncak-puncaknya saja dikuatkan. Sisa sinyalnya bisa direplika oleh rangkaian resonansi L dan C. Tipikal dari rangkaian penguat kelas C adalah seperti pada rangkaian berikut ini.

Rangkaian Power Amplifier Kelas C

 power amplifier kelas C,power kelas C,amplifier kelas C,penguat kelas C,penguat sinyal kelas c,rangkaian power amplifier kelas c,rakaian penguat kelas c,rangkaian power kelas c,skema power kelas c,skema amplifier kelas c,teori penguat kelas c,teori amplifier kelas c,efisiensi power amplifier,output power kelas c,sinyal input output power kelas c

Rangkaian power amplifier kelas C juga tidak perlu dibuatkan bias, karena transistor memang sengaja dibuat bekerja pada daerah saturasi. Rangkaian L C pada rangkaian tersebut akan beresonansi dan ikut berperan penting dalam mereplika kembali sinyal input menjadi sinyal output dengan frekuensi yang sama. Rangkaian ini jika diberi umpan balik dapat menjadi rangkaian osilator RF yang sering digunakan pada pemancar. Power amplifier kelas C memiliki efisiensi yang tinggi bahkan sampai 100%, namun tingkat fidelitasnya memang lebih rendah. Tetapi sebenarnya fidelitas yang tinggi bukan menjadi tujuan dari penguat jenis ini.

Prinsip Kerja Power Amplifier Kelas C

Penguat kelas C akan mengalir arus di kolektor kurang dari 180° pada setiap siklusnya (tidak sinusoida), ada rangkaian tangki resonansi, LC seperti ditunjukkan pada gambar diatas. Rangkaian tangki resonansi LC paralel, memiliki frekuensi resonansi sebesar:

f_{r}\cong \frac{1}{2 \pi \sqrt{LC}}

Pada saat sinyal input sesuai pada frekuensi fr tegangan output akan maksimum dan bersifat sinusoida, dengan penguatan tegangan sebesar Amax. Untuk menganalisa rangkaian ini, pertama-tama dibuat rangkaian ekivalen DC. Selanjutnya dilakukan pembuatan garis beban ditunjukkan pada gambar berikut.

Rangkaian Elivalen DC Dan Garis Beban Power Amplifier kelas C

Rangkaian Ekivalen DC Dan Garis Beban Penguat Kelas C,titik kerja amplifier kelas c,garis beban amplifier kelas c,karakteristik penguat kelas c,ekivalen dc penguat kelas c,analisa amplifier kelas c,rumus amplifier kelas c

Transistor pada power amplifier kelas C tidak membutuhkan pem-bias-an

  • VBE = 0 ;  IC = 0 untuk sinyal input < 0,7 V
  • Titik Q akan cutt-off pada garis beban.
  • RS : hambatan kolektor DC (resistansi induktor RF);  garis beban relatif vertikal karena RS kecil.

Pada power amplifier kelas C seperti ditunjukan pada gambar diatas berlaku rumusan sebagai berikut :

I_{C(sat)}=I_{CQ}+\frac{V_{CEQ}}{r_{c}}          dan        V_{CE(cut)}=V_{CEQ}+I_{CQ} \cdot r_{c}

Pada penguat kelas C, ICQ = 0 dan VCEQ = VCC, sehingga:

I_{C(sat)}=\frac{V_{cc}}{r_{c}}     dan    V_{CE(cut)}=V_{cc}

seperti ditunjukkan pada garis beban di atas, dengan rc : hambatan kolektor AC. Jadi pada power amplifier kelas C swing tegangan sebesar VCC dan arus saturasi sebesar VCC/rc.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Power Amplifier Kelas C" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Power Amplifier Kelas C":

Buat Pesan Untuk Artikel "Power Amplifier Kelas C"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
4+8= (Plus)