Penguat Amplifier Kelas A

Tuesday, March 6th 2012. | Teori Elektronika

Contoh dari penguat kelas A adalah rangkaian dasar penguat transistor common emitor (CE). Tipe penguat dibuat dengan mengatur arus bias basis yang sesuai pada titik tertentu untuk mendapatkan titik kerja pada garis beban rangkaian tersebut. Untuk penguat tipe kelas A arus bias basis dibuat sedemikian rupa, sehingga titik kerja transistor (Q) berada tepat ditengah kurva garis beban VCE – IC dari rangkaian penguat tersebut. Contoh rangkaian dasar penguat transistor tipe kelas A dapat dilihat pada gambar berikut.

rangkaian dasar penguat kelas A,penguat kelas A,rangkaian penguat transistor kelas A,penguat transistor kelas A,garis beban penguat kelas A,karakteristik penguat kelas A,teori penguat keals A,dasar penguat kelas A,definisi penguat kelas A,contoh penguat kelas A,formula penguat kelas A,rumus penguat kelas A,dasar penguat transistor kelas A,penguat tipe kelas A

Resistor Ra dan Rb pada rangkaian diatas berfungsi untuk menentukan arus bias basis. Garis beban rangkaian dasar penguat tipe kelas A diatas ditentukan oleh konfigurasi resistor Rc dan Re yang dirumuskan sebagai berikut :

V_{cc}=V_{ce}+I_{c}R_{c}+I_{e}R_{e}

Apabila Ic = Ie, maka rumus diatas dapat di sederhanakan seperti berikut :

V_{cc}=V_{ce}+I_{c}(R_{c}+R_{e})

Untuk menentukan arus basis sebaiknya melihat dahulu datasheet transistor yang digunakan kemudian menentukan nilai resistor Ra dan Rb untuk menentukan besarnya arus basis (Ib) yang memotong titik Q. Berikut adalah garis beban dan titik Q penguat kelas A.

rangkaian dasar penguat kelas A,penguat kelas A,rangkaian penguat transistor kelas A,penguat transistor kelas A,garis beban penguat kelas A,karakteristik penguat kelas A,teori penguat keals A,dasar penguat kelas A,definisi penguat kelas A,contoh penguat kelas A,formula penguat kelas A,rumus penguat kelas A,dasar penguat transistor kelas A,penguat tipe kelas A

Besar penguatan sinyal AC dapat dihitung dengan teori analisa rangkaian sinyal AC. Analisa rangkaian AC adalah dengan menghubung singkat setiap komponen kapasitor C dan secara imajiner menyambungkan VCC ke ground. Resistor Ra dan Rc dihubungkan ke ground dan semua kapasitor dihubung singkat.Dengan cara ini rangkaian gambar analisa AC dapat dirangkai menjadi seperti gambar berikut.

rangkaian dasar penguat kelas A,penguat kelas A,rangkaian penguat transistor kelas A,penguat transistor kelas A,garis beban penguat kelas A,karakteristik penguat kelas A,teori penguat keals A,dasar penguat kelas A,definisi penguat kelas A,contoh penguat kelas A,formula penguat kelas A,rumus penguat kelas A,dasar penguat transistor kelas A,penguat tipe kelas A,analisa AC penguat kelas A,rangkaian imajiner penguat kelas A,rangkaian AC imajiner penguat kelas A

Dengan adanya kapasitor Ce nilai Re pada analisa sinyal AC menjadi tidak berarti. Untuk lebih lanjut dapat mencari literatur yang membahas penguatan transistor untuk mengetahui bagaimana perhitungan nilai penguatan transistor secara detail. Penguatan didefenisikan dengan :

V_{out}/V_{in}=rc/re'

dimana rc adalah resistansi Rc paralel dengan beban RL (pada penguat akhir, RL adalah speaker yang biasanya bernilai 4-16 Ohm) dan re` adalah resistansi penguatan transitor. Nilai re` dapat dihitung dari rumus

re'=hfe/hie

Dimana data nilai hfe dan hie dapat diketahui di datasheet transistor. Gambar berikut menunjukkan ilustrasi penguatan sinyal input serta proyeksinya menjadi sinyal output terhadap garis kurva x-y rumus penguatan

V_{Out}=(rc/re)V_{in}

Ciri khas dari penguat kelas A adalah, seluruh sinyal output bekerja pada daerah aktif. Penguat tipe class A disebut sebagai penguat yang memiliki tingkat fidelitas yang tinggi (hifi). Selama sinyal masih bekerja di daerah aktif, bentuk sinyal keluarannya akan sama persis dengan sinyal input. Namun penguat kelas A ini memiliki efisiensi yang rendah kira-kira hanya 25% – 50%. Kondisi ini karena titik Q yang ada pada titik A, sehingga dalam kondisi tidak ada sinyal input (atau ketika sinyal input = 0 Vac) transistor tetap bekerja pada daerah aktif dengan arus bias konstan. Transistor selalu aktif (ON) sehingga sebagian besar dari sumber catu daya terbuang menjadi panas. Karena ini juga transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra seperti heatsink yang lebih besar.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Penguat Amplifier Kelas A" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Penguat Amplifier Kelas A":

Buat Pesan Untuk Artikel "Penguat Amplifier Kelas A"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
1+5= (Plus)