Komponen Elektronika

Sunday, June 10th 2012. | Teori Elektronika

Elektronika adalah teknik yang menerapkan sifat atau karakteristik arus listrik yang mengalir dalam suatu perangkat atau komponen seperti pada tabung elektron dan komponen semikonduktor (dioda, transistor, op-amp, gerbang elektronik, dll) akibat medan listrik maupun medan magnet, seperti Hall Effect sensor dan Hall Effect switch yang terjadi pada perangkat atau komponen tersebut. Beberapa contoh komponen elektronika yang dapat diketahui dan beredar dapat dilihat pada contoh komponen elektronika berikut.

Contoh Komponen Elektronika

Komponen Elektronika,elektronika dasar,teori elektronika,komponen aktif,komponen pasif,pengertian elektronika,dasar elektronika,ilmu elektronika,perangkat elektronika,keunggulan elektronika,pengertian elektronika,materi elektronika,artikel elektronika,website elektronika,blog elektronika,komponen semikonduktor,jenis komponen elektronika,teori komponen elektronika,rangkaian elektronika,sistem elektronika,dasar-dasar elektronika,perkembangan elektronika,arus listrik,teori teknik elektronika,teknik elektronika,pelajaran elektronika,elektronika

Dalam elektronika, suatu komponen elektronika bisa dikelompokkan menjadi komponen pasif dan komponen aktif. Komponen pasif, yaitu komponen elektronik yang tidak membutuhkan sumber listrik (sumber arus/tegangan) dalam bekerja. Beberapa contoh komponen pasif adalah hambatan, induktor, kapasitor, termistor, fotoresistor, saklar (toggle, push-button, rotary), relay, moving coil konektor, dll.

Sedangkan komponen aktif adalah komponen elektronika yang memiliki sumber listrik internal (membutuhkan sumber tegangan atau sumber arus). Beberapa contoh komponen aktif adalah komponen semikonduktor (misalnya dioda, transistor, UJT (uni junction transistor), FET (field effect transistor), op-amp, fototransistor, tabung elektron, dll ).

Penggunaan komponen elektronika sering kali lebih unggul dibandingkan dengan devais mekanik maupun elektromekanik. Beberapa keunggulan komponen elektronik tsb diantaranya adalah:

  • pada komponen elektronik tanggapan terhadap waktu (respon time) jauh lebih cepat dibandingkan dengan komponen mekanik apapun. Contoh:Saklar elekronik dibandingkan dengan saklar mekanik.
  • dapat merespon terhadap perubahan besaran fisis seperti pada perbedaan suhu, gaya, warna, dll sehingga dapat dipergunakansebagai sensor.
  • dapat mengambil sinyal input listrik yang kecil dan memperkuat sinyal tsb dengan karakteristik yang sama, sehingga informasinya tidak hilang.
  • dapat memiliki sifat sebagai konduktor listrik pada suatu arahtertentu dan bersifat sebagai isolator pada arah yang lainnya.

Komponen elektronika beroperasi berdasarkan pengontrolan arus dari partikel bermuatan. Dengan demikian material yang dipergunakan untuk komponen elektronika harus mampu menghasilkan sumber partikel bermuatan dan mudah dikontrol. Pada komponen semikonduktor partikel bermuatan itu adalah elektron dan hole, sedang pada tabung transistor adalah elektron.

Perpindahan muatan terjadi akibat proses pergeseran (drift) dan difusi. Arus pergeseran (drift) adalah perpindahan muatan akibat adanya medan listrik, sedangkan arus difusi adalah perpindahan muatan akibat distribusi muatan yang tidak uniform (gradien konsentrasi muatan).

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Komponen Elektronika" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Komponen Elektronika":

Buat Pesan Untuk Artikel "Komponen Elektronika"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
4+8= (Plus)