Karakteristik Dan Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp)

Tuesday, August 7th 2012. | Teori Elektronika

Lampu TL (Fluorescent Lamp) adalah lampu listrik yang memanfaatkan gas NEON dan lapisan Fluorescent sebagai pemendar cahaya pada saat dialiri arus listrik. Tabung lampu TL ini diisi oleh semacam gas yang pada saat elektrodanya mendapat tegangan tinggi gas ini akan terionisasi sehingga menyebabkan elektron-elektron pada gas tersebut bergerak dan memendarkan lapisan fluorescent pada lapisan tabung lampu TL.

Karakteristik Lampu TL (Fluorescent Lamp)

Karakteristik dari lampu TL ini, adalah mampu menghasilkan cahaya output per watt daya yang digunakan lebih tinggi daripada lampu bolam biasa (incandescent lamp).

Prinsip Kerja Dan Karakteristik Lampu TL (Fluorescent Lamp),Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp),Karakteristik Lampu TL (Fluorescent Lamp),definisi lampu TL,pengertian lampu TL,lampu TL,Fluorescent Lamp,lampu Fluorescent,lampu TL philips,lampu TL,harga lampu TL philips,jual lampu TL,mem-beli lampu TL,karakteristik lampu TL,pengertian lampu TL,prinsip kerja lampu TL,struktur lampu TL,bagian lampu TL,cara kerja lampu TL,sistem kerja lampu TL,prose kerja lampu TL,proses cahaya lampu TL,kelebihan lampu TL,keuntungan lampu TL,lampu TL hemat energi,lampu TL murah,lampu TL berkualitas,spesifikasi lampu TL,starter lampu TL,komponen lampu TL,menyalakan lampu TL,cara seting lampu TL,cara pasang lampu TL,memasang lampu TL,merakit lampu TL,intensitas cahaya lampu TL,efisiensi lampu TL,keunggulan lampu TL,lampu TL hemat energi,lampu hemat energi

Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 32 watt lampu TL akan mengjasilkan cahaya sebesar 1700 lumens pada jarak 1 meter sedangkan 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam dengan filamen tungsten) menghasilkan 1200 lumens. Atau dengan kata lain perbandingan effisiensi lampu TL dan lampu bolam adalah 53 : 16. Efisiensi disini didefinisikan sebagai intensitas cahaya yang dihasilkan dibagi dengan daya listrik yang digunakan.

Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp)

Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas neon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) sehingga menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini akan ‘closed’ sehingga gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter ‘closed’ ini terdapat aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL ini terionisasi.

Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung starter tersebut akan ‘open’ kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan menyebabkan terdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TL tersebut.

Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan tampak berkedip.

Selain itu jika tegangang induksi dari ballast tidak cukup besar maka walaupun tabung neon TL tersebut sudah terionisasi penuh tetap tidak akan menyebabkan lompatan elektron dari salah satu elektroda tersebut.

Besarnya tegangan spike yang dihasilkan oleh trafo ballast dapat ditentukan oleh rumus berikut :

V=L\frac{di}{dt}

Jika proses ‘starting up’ yang pertama tidak berhasil maka tegangan diujung-ujung starter akan cukup untuk menyebabkan gas neon di dalamnya untuk terionisasi (panas) sehingga starter ‘closed’. Dan seterusnya sampai lampu TL ini masuk pada kondisi steady state yaitu pada saat impedansinya turun menjadi ratusan ohm . Impedansi dari tabung akan turun dari dari ratusan megaohm menjadi ratusan ohm saja pada saat kondisi ‘steady state’. Arus yang ditarik oleh lampu TL tergantung dari impedansi trafo ballast seri dengan impedansi tabung lampu TL.

Selain itu karena tidak ada sinkronisasi dengan tegangan input maka ada kemungkinan pada saat starter berubah kondisi dari ‘closed’ ke ‘open’ terjadi pada saat tegangan AC turun mendekati nol sehingga tegangan yang dihasilkan oleh ballast tidak cukup untuk menyebabkan lompatan elektron pada tabung lampu TL.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Karakteristik Dan Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp)" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Karakteristik Dan Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp)":

Buat Pesan Untuk Artikel "Karakteristik Dan Prinsip Kerja Lampu TL (Fluorescent Lamp)"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
2+8= (Plus)