Jenis Dan Karakter Komponen Sensor Cahaya (Electrooptic Device)

Tuesday, October 16th 2012. | Sensor / Tranducer, Teori Elektronika

Komponen-komponen sensor cahaya merupakan alat terandalkan untuk mendeteksi energi cahaya. Alat ini melebihi sensitivitas mata manusia terhadap semua spectrum warna dan juga bekerja dalam daerah-daerah ultraviolet dan infra merah. Energi cahaya bila diolah dengan cara yang tepat akan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk teknik pengukuran, teknik pengontrolan dan teknik kompensasi. Penggunaan praktis alat sensitif cahaya (sensor cahaya) ditemukan dalam berbagai pemakaian teknik seperti halnya :

  • Tabung cahaya (vaccum type phototubes), paling menguntungkan digunakan dalam pemakaian yang memerlukan pengamatan pulsa cahaya yang waktunya singkat, atau cahaya yang dimodulasi pada frekuensi yang relative tinggi.
  • Tabung cahaya gas (gas type phototubes), digunakan dalam industri gambar hidup sebagai pengindra suara pada film.
  • Tabung cahaya pengali atau pemfotodarap (multiplier phottubes), dengan kemampuan penguatan yang sangat tinggi, sangat banyak digunakan pada pengukuran fotoelektrik dan alat-alat kontrol dan juga sebagai alat cacah kelipan (scientillation counter).
  • Sel-sel fotokonduktif (photoconductive cell), juga disebut tahanan cahaya (photo resistor) atau tahanan yang bergantung cahaya (LDR-light dependent resistor), dipakai luas dalam industri dan penerapan pengontrloan di laboratorium.
  • Sel-sel foto tegangan (photovoltatic cells), adalah alat semikonduktor untuk mengubah energi radiasi daya listrik. Contoh yang sangat baik adalah sel matahari (solar cell) yang digunakan dalam teknik ruang angkasa.

Komponen Sensor Cahaya (Electrooptic Device)

Cahaya merupakan gelombang elektromagnetis (EM) yang memiliki spectrum warna yang berbeda satu sama lain. Setiap warna dalam spectrum mempunyai energi, frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda. Hubungan spektrum optis dan energi dapat dilihat pada formula dan gambar berikut.

Energi photon (Ep) setiap warna dalam spektrum cahaya nilainya adalah:

W_{p}=hf=\frac{hc}{\lambda }

Dimana :

Wp = energi photon (eV)
h = konstanta Planck’s (6,63 x 10-34 J-s)
c = kecepatan cahaya, Electro Magnetic (2,998 x 108 m/s)
λ = panjang gelombang (m)
f = frekuensi (Hz)

Frekuensi foton bergantung pada energi yang dilepas atau diterima saat elektron berpindah tingkat energinya. Spektrum gelombang optis diperlihatkan pada gambar berikut, spektrum warna cahaya terdiri dari ultra violet dengan panjang gelombang 200 sampai 400 nanometer (nm), visible adalah spektrum warna cahaya yang dapat dilihat oleh mata dengan panjang gelombang 400 sampai 800 nm yaitu warna violet, hijau dan merah, sedangkan spektrum warna infrared mulai dari 800 sampai 1600 nm adalah warna cahaya dengan frekuensi terpendek.

Gambar Spektrum Cahaya Gelombang Elektromagnetis (EM)

Jenis Dan Karakter Komponen Sensor Cahaya (Electrooptic Device),Karakter Komponen Sensor Cahaya,Electrooptic Device,Komponen-komponen sensor cahaya,Energi cahaya,mendeteksi energi cahaya,Tabung cahaya (vaccum type phototubes),Tabung cahaya gas (gas type phototubes),Tabung cahaya pengali atau pemfotodarap (multiplier phottubes),Sel-sel fotokonduktif (photoconductive cell),Komponen Sensor Cahaya (Electrooptic Device),spectrum warna,spektrum optis,Energi photon,Frekuensi foton,spektrum warna cahaya,Gambar Spektrum Cahaya Gelombang Elektromagnetis (EM,Sumber-Sumber Energi Photon,Gambar Kurva Output Sinyal Optis,Incandescent Lamp,Sinar LASER,Fluorescense

Sumber-Sumber Energi Photon

Bahan-bahan yang dapat dijadikan sumber energi selain mata hari adalah antara lain:

  • Incandescent Lamp yaitu lampu yang menghasilkan energi cahaya dari pijaran filament bertekanan tinggi, misalnya lampu mobil, lampu spot light, lampu flashlight.
  • Energi Atom, yaitu memanfaatkan loncatan atom dari valensi energi 1 ke level energi berikutnya.
  • Fluorescense, yaitu sumber cahaya yang berasal dari perpendaran bahan fluorescence yang terkena cahaya tajam. Seperti Layar Osciloskop
  • Sinar LASER adalah sumber energi mutakhir yang dimanfaatkan untuk sebagai cahaya dengan kelebihannya antara lain : monochromatic (cahaya tunggal atau membentuk garis lurus), coherent (cahaya seragam dari sumber sampai ke beban sama), dan divergence (simpangan sangat kecil yaitu 0,001 radians).
Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Jenis Dan Karakter Komponen Sensor Cahaya (Electrooptic Device)" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Jenis Dan Karakter Komponen Sensor Cahaya (Electrooptic Device)":

Buat Pesan Untuk Artikel "Jenis Dan Karakter Komponen Sensor Cahaya (Electrooptic Device)"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
5+6= (Plus)