Histori Transistor Bipolar

Tuesday, March 27th 2012. | Komponen, Teori Elektronika

Walter H. Brattain dan John Bardeen pada akhir Desember 1947 di Bell Telephone Laboratories berhasil menciptakan suatu komponen yang mempunyai sifat menguatkan yaitu yang disebut dengan Transistor. Keuntungan komponen transistor ini dibanding dengan pendahulunya, yakni tabung hampa, adalah ukuran fisiknya yang sangat kecil dan ringan. Bahkan dengan teknologi sekarang ini ratusan ribu transistor dapat dibuat dalam satu keping silikon. Disamping itu komponen semikonduktor ini membutuhkan sumber daya yang kecil serta serta efesiensi yang tinggi.

Perbedaan Tabung Hampa Dan Transistor

Tabung hampa:

  • Tabung hampa mempunyai fisik besar dan kurang praktis.
  • Tabung hampa mempunyai tiga kaki yang terdiri dari Anoda, Katoda, dan Kasa kemudi.
  • Tabung hampa banyak terbuat dari kaca sehingga rangkaian di dalamnya tampak dengan nyata.
  • Tabung hampa tidak tahan terhadap goncangan.
  • Memerlukan Tegangan atau energi yang cukup besar.

Transistor:

  • Bentuk fisikĀ  kecil dan praktis.
  • Transistor mempunyai tiga kaki yan terdirti dari: Basis, Kolektor, dan Emitor.
  • Rangkaian dalam transistor tak kelihatan dari luar karena terbungkus plat atau mika.
  • Transistor tahan terhadap goncangan.
  • Transistor hanya membutuhkan tegangan atau energi listrik yang minimum, hanya kira-kira beberapa volt saja.

Konstruksi Transistor Bipolar

Transistor adalah komponen semikonduktor yang terdiri atas sebuah bahan type p dan diapit oleh dua bahan tipe n (transistor NPN) atau terdiri atas sebuah bahan tipe n dan diapit oleh dua bahan tipe p (transistor PNP). Sehingga transistor mempunyai tiga terminal yang berasal dari masing-masing bahan tersebut. Struktur dan simbol transistor bipolar dapar dilihat pada gambar berikut.

transistor bipolar,teori transistor bipolar,kontruksi transistor bipolar,prinsip kerja transistor bipolar,simbol transistor bipolar,struktur transistor bipolar,daerah kerja transistor bipolar,junction transistor bipolar,penemu transistor bipolar,tahun penemuan transistor bipolar,awal mula transistor ditemukan,susunan transistor bipolar,sistem kerja transistor bipolar,definisi transistor bipolar

Ketiga terminal transistor tersebut dikenal dengan Emitor (E), Basis (B) dan Kolektor (C). Emitor merupakan bahan semikonduktor yang diberi tingkat doping sangat tinggi. Bahan kolektor diberi doping dengan tingkat yang sedang. Sedangkan basis adalah bahan dengan dengan doping yang sangat rendah. Perlu diingat bahwa semakin rendah tingkat doping suatu bahan, maka semakin kecil konduktivitasnya. Hal ini karena jumlah pembawa mayoritasnya (elektron untuk bahan n; dan hole untuk bahan p) adalah sedikit.

Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah bahwa ukuran basis sangatlah tipis dibanding emitor dan kolektor. Perbandingan lebar basis ini dengan lebar emitor dan kolektor kurang lebih adalah 1 : 150. Sehingga ukuran basis yang sangat sempit ini nanti akan mempengaruhi kerja transistor.

Pada kaki emitor terdapat tanda panah yang merupakan arah arus yang mengalir pada emitor atau sering disebut arus konvensional transistor. Pada transistor npn tanda panahnya menuju keluar sedangkan pada transistor pnp tanda panahnya menuju kedalam.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Histori Transistor Bipolar" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Histori Transistor Bipolar":

Buat Pesan Untuk Artikel "Histori Transistor Bipolar"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
1+8= (Plus)