Adder / Penjumlah Dengan Op-Amp

Monday, April 30th 2012. | Teori Elektronika

Rangkaian adder atau penjumlah sinyal dengan Op-amp adalah konfigurasi Op-Amp sebagai penguat dengan diberikan input lebih dari satu untuk menghasikan sinyal ouput yang linier sesuai dengan nilai penjumlahan sinyal input dan faktor penguatan yang ada. Pada umumnya rangkaian adder/penjumlah dengan Op-Amp adalah rangkaian penjumlah dasar yang disusun dengan penguat inverting atau non inverting yang diberikan input lebih dari 1 line. Rangkaian adder/penjumlah secara sederhana  dapat dilihat pada gambar berikut.

Rangkaian Adder/Penjumlah Inverting

penguat penjumlah inverting,inverting adder dengan Op-amp,penjumlah inverting dengan op-amp,rangkaian penjumlah inverting dengan op-amp,rangkaian penjumlah membalik,inverting adder circuit,penjumlah sinyal inverting,

Pada operasi adder/penjumlah sinyal secara inverting, sinyal input (V1, V2, V3) diberikan ke line input penguat inverting berturut-turut melalui R1, R2, R3. Besarnya penjumlahan sinyal input tersebut bernilai negatif karena penguat operasional dioperasikan pada mode membalik (inverting).

Besarnya penguatan tegangan (Av) tiap sinyal input mengikuti nilai perbandingan Rf dan Resistor input masing-masing (R1, R2, R3). Masing-masing tegangan output (Vout) dari penguatan masing-masing sinyal input tersebut secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :

V_{out}1=-(V1.\frac{Rf}{R1})\rightarrow V_{out}2=-(V1.\frac{Rf}{R2})\rightarrow V_{out}3=-(V1.\frac{Rf}{R3})

Besarnya tegangan output (Vout) dari rangkaian adder/penjumlah inverting diatas dapat dirumuskan sebagai berikut.

Vout=-\left ( \left ( V1\cdot \frac{Rf}{R1} \right )+\left ( V2\cdot \frac{Rf}{R2} \right )+\left ( V3\cdot \frac{Rf}{R3} \right ) \right )

Rangkaian Adder/Penjumlah Non-Inverting

Penguat Penjumlah Non Inverting,penjumlah sinyal non inverting,penjumlah non-inverting,rangkaian penjumlah non-inverting,penjulah dengan op-amp non inverting,non-inverting adder,rangkaian adder non-inverting

Rangkaian adder/penjumlah non-inverting memiliki penguatan tegangan yang tidak melibatkan nilai resistansi input yang digunakan. Oleh karena itu dalam rangkaian penjumlah non-inverting nilai resistor input (R1, R2, R3) sebaiknya bernilai sama persis, hal ini bertujutna untuk mendapatkan kestabilan dan akurasi penjumlahan sinyal yang diberikan ke rangkaian. Pada rangkaian penjumlah non-inverting diatas sinyal input (V1, V2, V3) diberikan ke jalur input melalui resitor input masing-masing (R1, R2, R3). Besarnya penguatan tegangan (Av) pada rangkaian penguat penjumlah non-inverting diatas diatur oleh Resistor feedback (Rf) dan resistor inverting (Ri), sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :

Av=\frac{Rf}{Ri}+1

Sehingga dengan diketahuinya nilai penguatan tegangan pada rangkaian penjumlah non-inverting tersebut dapat dirumuskan besarnya tegangan output (Vout) rangkaian secara matematis sebagai berikut :

Vout=\left (\frac{Rf}{Ri}+1 \right )\cdot \left ( \frac{V1+V2+V3}{3} \right )

Rangkaian adder/penjumlah non-inverting ini jarang digunakan dalam aplikasi rangkaian elektronika, karena nilai outputnya adalah hasil kali rata-rata tegangan input dengan faktor penguatan (Av) sehingga nilai penjumlahan tegangan merupakan hasil rata-rata sinyal input dan penguatan tegangan belum sesuai dengan kaidah penjumlahan.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Adder / Penjumlah Dengan Op-Amp" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Adder / Penjumlah Dengan Op-Amp":

Buat Pesan Untuk Artikel "Adder / Penjumlah Dengan Op-Amp"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
2+7= (Plus)