Resistansi Semu (Reaktansi) Pada Rangkaian AC

Saturday, June 29th 2013. | Teori Elektronika

Resistansi semu (reaktansi) adalah nilai tahanan semu dari komponen elektronika yang terjadi pada aliran arus AC. Komponen elektronika yang memiliki nilai reaktansi pada rangkaian AC adalah resistor (R), kapasitor (C) dan induktor (L). Yang dimaksud dengan rangkaian arus bolak-balik adalah hubungan listrik dari sumber energi listrik arus bolak-balik dengan satu atau lebih alat pemakai listrik. Energi ini dapat berupa generator arus bolak-balik, transformator atau jaringan arus bolak-balik. Suatu peralatan listrik secara ekivalen dapat terdiri  sebuah resistor (R), reaktansi induktif (XL), atau reaktansi kapasitif (XC). Dalam pemakaian energi listrik seringkali dalam suatu rangkaian arus bolak-balik kita banyak mejumpai resistor-resistor tersebut dihubungkan secara paralel, seri atau hubungan campuran (seri-paralel).

Komponen Yang Memiliki Resistansi Semu (Reaktansi)

reaktansi,teori reaktansi,pengertian reaktansi.artikel reaktansi,tugas reaktansi,reaktansi capasitif,reaktansiinduktis,reaktansi ac,resistansi semu,resistansi semu ac,resistnsi pada rangkaian ac

Alat pemakai listrik itu dapat pula merupakan pesawat listrik, seperti motor-motor listrik. Motor listrik secara kelistrikan dapat digantikan atau dianalogikan sebagai rangkaian dari kombinasi sejumlah resistor dan reaktansi.

Suatu permasalahan rangkaian arus bolak-balik adalah bagaimana menetapkan arus, tegangan dan perbedaan sudut fasa sebagai dasar untuk mengukur sumber dan alat pemakai energi listrik.

Karena setiap alat energi listrik yang menggunakan arus bolak-balik pada dasarnya dapat diekivalenkan menjadi tiga buah resistor efektif/murni (R), reaktansi induktif (XL) dan reaktansi kapasitif (XC).

Resistor efektif (resistor Ohm) R; memiliki arah yang sama (sudut beda fasa  ϕ = 0). Nilai sesaat dari tegangan (v) dan arus (iR) mencapai lintasan nol positif (lintasan nol naik ke arah positif) dimulai secara bersamaan.

Reaktansi induktif (XL); arus dan tegangan bergeser sejauh 900. Vektor arus (iL) berada (π/2) di belakang vektor tegangan (v). Didalam diagram bentuk gelombang, arus (iL) mencapai nol positif (π/2) sesudah lintasan nol positif tegangan (v).

Reaktansi kapasitif (XC); arus dan tegangan bergeser sejauh 900. Vektor arus (iC) berada (π/2) di depan vektor tegangan (v). Didalam diagram bentuk gelombang, arus (iC) mencapai nol positif ( π/2) sebelum lintasan nol positif tegangan (v).

Berbagi Artikel "Resistansi Semu (Reaktansi) Pada Rangkaian AC":

Artikel Terkait "Resistansi Semu (Reaktansi) Pada Rangkaian AC"

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Resistansi Semu (Reaktansi) Pada Rangkaian AC" memberikan manfaat. Terima kasih

Like Untuk Ikuti Perkembangan Materi Elektronika

Buat Pesan Untuk Artikel "Resistansi Semu (Reaktansi) Pada Rangkaian AC"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
3+3= (Plus)