Operasional Amplifier (Op-Amp) Sebagai Buffer

Wednesday, May 23rd 2012. | Teori Elektronika

Rangkaian buffer adalah rangkaian yang menghasilkan tegangan output  sama dengan tegangan inputnya. Dalam hal ini seperti rangkaian common colektor yaitu berpenguatan = 1. Fungsi dari rangkaian buffer pada peralatan elektronika adalah sebagai penyangga, dimana prinsip dasarnya adalah penguat arus tanpa terjadi penguatan tegangan. Rangkaian buffer yang dibangun dari sebuah operasional amplifier (Op-Amp), dapat dibuat dengan sangat sederhana. Rangkaian buffer dari Op-Amp menjadi sangat sederhana karena tidak diperlukan komponen tambahan pada konfigurasi buffer non-inverting.

Rangkaian Buffer Dari Operasional Amplifier (Op-Amp)

Rangkaian Buffer,buffer op-amp,rangkaian op amp buffer,rangkaian penyangga,buffer sinyal,teori buffer,definisi buffer,teori penyangga,dasar buffer op amp,sistem kerja buffer,stabiliser sinyal,stabilsator sinyal,penguat buffer,rangkaian stabiliser sinyal,faktor penguatan buffer,rumus buffer,karakteristik buffer,karakteristik penyangga

Dengan menghubungkan jalur input inverting ke jalur output operasional amplifier (op-amp) maka rangkaian buffer pada gambar diatas akan memberikan kemampuan mengalirkan arus secara maksimal sesuai kemampuan maksimal operasional amplifier (op-amp) mengalirkan arus output.

Dengan metode hubung singkat antara jalur input inverting dan jalur output operasional amplifier (op-amp) maka diperoleh perhitungan matematis sebagai berikut.

V_{out}\approx V_{in}

Sehingga diperoleh nilai penguatan tegangan (Av) sebagai berikut:

Av=\frac{V_{out}}{V_{in}}=1

Dari persamaan diatas terlihat bahwa rangkaian operasional amplifier diatas tidak memiliki faktor penguatan tegangan (Av = 1) atau tidak terjadi penguatan tegangan.

Rangkaian buffer dengan operasional amplifier (op-amp)  seperti terlihat pada gambar diatas menghasilkan penguatan + 1. Rangkaian ini sangat menguntungkan karena kita dapat memperoleh suatu penguat dengan hambatan input (impedansi input) yang sangat tinggi (10 – 1012Ω) dan dengan hambatan output (impedansi output) sangat rendah (10-3 – 10-1Ω), yaitu mendekati kondisi ideal. Rangkaian buffer ini disebut juga sebagai rangkaian pengikut (follower), suatu bentuk peningkatan dari penguat pengikut emitor (emitor follower). Sehingga penguat operasional dengan konfigurasi seperti pada gambar diatas berfungsi sebagai penyangga (buffer) dengan penguatan = 1.

Aplikasi rangkaian buffer baik yang dibuat dari penguat transistor maupun penguat operasional (Op-Amp) pada umumnya digunakan sebagai stabiliser sinyal. Salah satu aplikasi riil dari rangkaian buffer adalah pada sistem transmisi sinyal dengan kabel (sistem audio outdor).

Berbagi Artikel "Operasional Amplifier (Op-Amp) Sebagai Buffer":

Artikel Terkait "Operasional Amplifier (Op-Amp) Sebagai Buffer"

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Operasional Amplifier (Op-Amp) Sebagai Buffer" memberikan manfaat. Terima kasih

Like Untuk Ikuti Perkembangan Materi Elektronika

Buat Pesan Untuk Artikel "Operasional Amplifier (Op-Amp) Sebagai Buffer"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
4+5= (Plus)