Mengukur Aliran Fluida Menggunakan Perbedaan Tekanan

Monday, August 27th 2012. | Teori Elektronika

Aliran fluida dalam suatu pipa dapat diukur menggunakan teknik membaca perbedaan tekanan pada pipa tersebut, dimana untuk mendapatkan perbedaan tekanan pada suatu pipa tersebut dibuat dengan cara mengatur luas penampang pipa pada kedua ujungnya berbeda. Metoda pengukuran aliran fluida pada suatu pipa ini dapat dilakukan berdasarkan “Hukum Bernoulli”, dimana Hukum Bernoulli menyatakan hubungan tekanan fluida yang mengalir pada suatu pipa adalah sebagai berikut :

P_{1}+\frac{1}{2}\rho v_{1}^{2}+\rho \cdot g \cdot h_{1}=P_{2}+\frac{1}{2}\rho v_{2}^{2}+\rho \cdot g \cdot h_{2}

dimana:

P = tekanan fluida
ρ = masa jenis fluida
v = kecepatan fulida
g = gravitasi bumi
h = tinggi fluida (elevasi)

Gambar Prinsip Hukum Kontiunitas

Mengukur Aliran Fluida Menggunakan Perbedaan Tekanan,Gambar Prinsip Hukum Kontiunitas,tekanan fluida,aliran fluida,mengukur fluida,kecepatan fluida,tinggi fluida,volume fluida,debit fluida,mengukur tekanan fluida,perbedaan tekanan fluida,alat ukur tekanan fluida,mengukur perbedaan tekanan fluida,kecepatan aliran fluida,pipa pitot,orifice plate,pipa venturi,flow nozzle,hukum kontinuitas aliran fluida,hubungan debit dan kecepatan aliran fluida

Dari gambar diatas dapat diperoleh persamaan tekanan fluida jika h1 dan h2 dibuat sama tingginya maka :

P_{1}+\frac{1}{2}\rho v_{1}^{2}=P_{2}+\frac{1}{2}\rho v_{2}^{2}

atau

\frac{1}{2}\rho \cdot (v_{1}^{2}-v_{2}^{2})=P_{2}+P_{1}

Perhatian : Rumus diatas hanya berlaku untuk aliran Laminer, yaitu aliran yang memenuhi prinsip kontinuitas.

Pipa pitot, orifice plate, pipa venturi dan flow Nozzle menggunakan hukum Bernoulli diatas. Prinsip dasarnya adalah membentuk sedikit perubahan kecepatan dari aliran fluida sehingga diperoleh perubahan tekanan yang dapat diamati. Pengubahan kecepatan aliran fluida dapat dilakukan dengan mengubah diameter pipa, hubungan ini diperoleh dari Hukum kontiunitas aliran fluida.

Perhatikan rumus berikut: A1.D1 = A2.D2, di mana : A = luas penampang pipa dan B = debit fluida yang mengalir pada pipa tersebut.

Karena debit fluida berhubungan langsung dengan kecepatan fluida, maka jelas kecepatan fluida dapat diubah dengan cara mengubah diameter pipa.

Berbagi Artikel "Mengukur Aliran Fluida Menggunakan Perbedaan Tekanan":

Artikel Terkait "Mengukur Aliran Fluida Menggunakan Perbedaan Tekanan"

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Mengukur Aliran Fluida Menggunakan Perbedaan Tekanan" memberikan manfaat. Terima kasih

Like Untuk Ikuti Perkembangan Materi Elektronika

1 Komentar Untuk Artikel " Mengukur Aliran Fluida Menggunakan Perbedaan Tekanan" »

  • Atoy-s says:

    Cukup mendasar teory ini,
    perlu diukur dengan cermat,
    karena skala teorytis untuk jenis cairan terdapat hal yang tidak pasti, jadi ada faktor koreksi yang tidak pasti, biasa disebut c (angka konstanta)

Buat Pesan Untuk Artikel "Mengukur Aliran Fluida Menggunakan Perbedaan Tekanan"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
4+9= (Plus)