Membuat Sensor Putaran / Kecepatan

Tuesday, July 10th 2012. | Sensor / Tranducer

Sensor putaran atau kecepatan dapat dibuat dengan sebuat optocoupler tipe “U” dan sebuah roda cacah. Sensor putaran atau kecepatan ini dapat digunakan untuk membaca putaran suatu object yang berputar seperti roda kendaraan, putaran motor listrik dan lain nya. Sensor putaran atau kecepatan ini dibuat dengan optocoupler tipe ā€œUā€ yang ditengahnya diletakan sebuah roda cacah. Optocoupler merupakan komponen optoisolator yang memiliki karakteristik penerima (photo transistor) akan mengalami perubahan logika bila terjadi perubahan intensitas cahaya yang dipancarkan oleh pemancar (LED infra merah) untuk penerima. Kecerahan led berbanding lurus dengan arus diodanya. Karena arus kolektor sebanding dengan tingkat kecerahan dari led maka dapat dikatakan bahwa arus dioda mengendalikan arus kolektor seperti transistor pada umumnya. Biasanya arus yang diperbolehkan mengalir pada infra merah adalah berkisar pada 15 hingga 25 miliamper. Foto transistor merupakan jenis transistor yang peka terhadap cahaya infra merah.

Blok Sensor Optocoupler

Blok Sensor Optocoupler,Sensor Putaran Dan Kecepatan,sensor putaran,sensor kecepatan,teori sensor kecepatan,teori sensor kecepatan,membuat sensor putaran,membuat sensor kecepatan,definisi sensor putaran,definisi sensor kecepatan,rangkaian sensor putaran,rangkaian sensor kecepatan,menggunakan sensor putaran,menggunakan sensor kecepatan,kontruksi sensor putaran,konstruksi sensor kecepatan,rotary encoder,shaft encoder,ring encoder,rinc counter

Roda cacah yang diletakan ditengah optocoupler tersebut berfungsi untuk mempengaruhi intensitas cahaya yang diberikan oleh LED pada optocoupler ke photo transistor yang akan memberikan perubahan level logika sesuai dengan putaran roda cacah. Kecepatan perubahan logika photo transistor akan sebanding dengan kecepatan putaran roda cacah. Konstruksi sensor putaran dapat dilihat pada gambar berikut.

Konstruksi Sensor Putaran

Konstruksi Sensor Putaran,struktur sensor putaran,struktur sensor kecepatan,konstruksi rotary encoder,merakit sensor putaran,membuat sensor kecepatan,cara menggunakan sensor putaran,aplikasi sensor putaran,fungsi sensor kecepatan,contoh sensor putaran

Rotary encoder, atau disebut juga Shaft encoder, merupakan perangkat elektromekanikal yang digunakan untuk mengkonversi posisi anguler (sudut) dari shaft (lubang) atau roda ke dalam kode digital, menjadikannya semacam tranduser. Perangkat ini biasanya digunakan dalam bidang robotika, perangkat masukan komputer (seperti optomekanikal mouse dan trackball), serta digunakan dalam kendali putaran radar, dll.

Terdapat dua tipe utama rotary encoder, yaitu tipe absolut dan tipe relatif. Rotary encoder, atau disebut juga Shaft encoder, merupakan perangkat elektromekanikal yang digunakan untuk mengkonversi posisi anguler (sudut) dari shaft (lubang) atau roda ke dalam kode digital, menjadikannya semacam tranduser. Perangkat ini biasanya digunakan dalam bidang robotika, perangkat masukan komputer (seperti optomekanikal mouse dan trackball), serta digunakan dalam kendali putaran radar, dll. Terdapat dua tipe utama rotary encoder, yaitu tipe absolut dan tipe relatif.

Berbagi Artikel "Membuat Sensor Putaran / Kecepatan":

Artikel Terkait "Membuat Sensor Putaran / Kecepatan"

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Membuat Sensor Putaran / Kecepatan" memberikan manfaat. Terima kasih

Like Untuk Ikuti Perkembangan Materi Elektronika

Buat Pesan Untuk Artikel "Membuat Sensor Putaran / Kecepatan"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
0+8= (Plus)