Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter

Friday, September 14th 2012. | Instrument

Elemen alat ukur watt jam satu fasa ditunjukkan pada gambar dibawah dalam bentuk skema. Kumparan arus dihubungkan seri dengan jala-jala, dan kumparan tegangan dihubungkan paralel. Kedua kumparan yang dililitkan pada sebuah kerangka logam dengan desain khusus melengkapi dua rangkaian maghnit. Sebuah piringan aluminium ringan digantung di dalam senjang udara medan kumparan arus yang menyebabkan arus pusar mengalir di dalam piringan. Reaksi arus pusar dan medan kumparan tegangan membangkitkan sebuah torsi (aksi motor) terhadap piringan dan menyebabkannya berputar.

Konstruksi Watt Jam (KWH) Meter

Konstruksi Watt Jam (KWH) Meter,struktur Watt Jam (KWH) Meter,bagian Watt Jam (KWH) Meter,susunan Watt Jam (KWH) Meter,teori Watt Jam (KWH) Meter,harga Watt Jam (KWH) Meter,jual Watt Jam (KWH) Meter,modifikasi Watt Jam (KWH) Meter,service Watt Jam (KWH) Meter,memperbaiki Watt Jam (KWH) Meter,alat ukur Watt Jam (KWH) Meter,kalibrasi Watt Jam (KWH) Meter,seting Watt Jam (KWH) Meter

Torsi yang dibangkitkan sebanding dengan kuat medan kumparan tegangan dan arus pusar di dalam piringan yang berturut-turut adalah fungsi kuat medan kumparan arus. Berarti jumlah putaran piringan sebanding dengan energi yang telah dipakai oleh beban dalam selang waktu tertentu, dan diukur dalam kilowatt-jam (kWh, kilowatt jam). Poros yang menopang piringan aluminium dihubungkan melalui susunan roda gigi ke mekanisme jam dipanel alat ukur, melengkapi suatu pembacaan kWh yang terkalibrasi dalam desimal.

Redaman piringan diberikan oleh dua maghnit permanen kecil yang ditempatkan saling berhadapan pada sisi piringan. Bila piringan berputar, maghnit-maghnit permanen mengindusir arus pusar di dalamnya. Arus-arus pusar ini bereaksi dengan medan maghnit dari maghnit-maghnit permanen kecil dan meredam gerakan piringan. Kalibrasi alat ukur watt jam dilakukan pada kondisi beban penuh yang diijinkan dan pada kondisi 10% dari beban yang diijinkan. Pada beban penuh, kalibrasi terdiri dari pengaturan posisi maghnit-maghnit permanent kecil agar alat ukur membaca dengan tepat. Pada beban-beban yang sangat ringan, komponen tegangan dari medan menghasilkan suatu torsi yang tidak berbanding langsung dengan beban. Kompensasi kesalahan diperoleh dengan menyisipkan sebuah kumparan pelindung atau pelat diatas sebagian kumparan tegangan dengan membuat alat ukur bekerja pada 10% beban yang diijinkan. Kalibrasi alat ukur pada kedua posisi ini biasanya menghasilkan pembacaan yang memuaskan untuk semua bebanbeban lainnya. Sebuah alat ukur watt jam satu fasa ditunjukkan pada gambar berikut.

Bagian Mekanik KWH Meter Tipe Induksi Dan Elektromekanik

Bagian Mekanik KWH Meter Tipe Induksi Dan Elektromekanik,Mekanik KWH Meter,KWH Meter Tipe Induksi,KWH Meter Tipe Elektromekanik,Bagian KWH Meter,harga KWH Meter,nilai KWH Meter,membaca KWH Meter,menggunakan KWH Meter,seting KWH Meter,cara seting KWH Meter,KWH Meter PLN,mempelajari KWH Meter,materi KWH Meter,artikel KWH Meter,KWH Meter pdf,modifikasi KWH Meter,merubah KWH Meter

Keterangan :

  1. Kumparan tegangan, yang dihubungkan paralel dengan beban
  2. Kumparan arus, dihubungkan seri dengan beban
  3. Stator
  4. Piringan Aluminium Rotor
  5. Rotor brake magnets
  6. Spindle dengan worm gear
  7. Display dial : 1/10, 10 dan 1000 , 1, 100 dan 10000.dials berputar searah jarum jam

Meter induksi elektromekanik beroperasi dengan menghitung putaran dari cakram aluminium yang dibuat berputar dengan kecepatan proporsional dengan power yang digunakan. Alat ini mengkonsumsi power yang kecil sekitar 2 watts. Cakram metalik bekerja dengan dua kumparan. Kumparan satu disambungkan dengan sebuah benda yang menghasilkan flux magnetik yang proporsional dengan tegangan dan kumparan kedua disambungkan dengan benda yang menghasilkan
flux magnetik yang proporsional dengan arus. Keadaan ini menghasilkan eddy currents di cakram dan efeknya adalah gaya yang digunakan dalam cakram proporsional dengan hasil arus dan tegangan. Magnet permanen menggunakan gaya berlawanan yang proporsional dengan kecepatan rotasi cakram, hal ini menyebabkan sebuah pengereman yang menyebabkan cakram berhenti berputar. Tipe meter yg didiskripsikan di atas digunakan pada AC fasa tunggal. Perbedaan konfigurasi antara fasa tunggal dan tiga fasa adalah terletak adanya tambahan kumparan tegangan dan arus.

Contoh Meter Induksi Elektromekanik

Contoh Meter Induksi Elektromekanik,Contoh KWH Meter Induksi,Contoh KWH Meter elektrodinamometer,bentuk KWH Meter

Pengukuran energi dalam sistem tiga fasa dilakukan oleh alat ukur watt jam fasa banyak. Kumparan arus dan kumparan tegangan dihubungkan dengan cara yang sama seperti wattmeter tiga fasa. Masing-masing fasa alat ukur watt jam mempunyai rangkaian maghnetik dan piringan tersendiri, tetapi semua piringan dijumlahkan secara mekanis dan putaran total permenit dari poros sebanding dengan energi total tiga fasa yang dipakai.

Berbagi Artikel "Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter":

Artikel Terkait "Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter"

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter" memberikan manfaat. Terima kasih

Like Untuk Ikuti Perkembangan Materi Elektronika

Buat Pesan Untuk Artikel "Konstruksi Dan Cara Kerja Watt Jam (KWH) Meter"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
3+7= (Plus)