Sensor Suhu Termistor

Wednesday, January 25th 2012. | Sensor / Tranducer

Termistor atau tahanan thermal adalah komponen semikonduktor yang memiliki karakter sebagai tahanan dengan koefisien tahanan temperatur yang tinggi, yang biasanya negatif. Ada 2 jenis termistor yang sering kita jumpai dalam perangkat elektronika yaitu NTC (Negative Thermal Coeffisien) dan PTC (Positive Thermal Coeffisien). Umumnya tahanan termistor pada temperatur ruang dapat berkurang 6%  untuk setiap kenaikan temperatur sebesar 1oC. Kepekaan yang tinggi terhadap perubahan temperatur ini membuat termistor sangat sesuai untuk pengukuran, pengontrolan dan kompensasi temperatur secara presisi.

Termistor terbuat dari campuran oksida-oksida logam yang diendapkan seperti: mangan (Mn), nikel (Ni), cobalt (Co), tembaga (Cu), besi (Fe) dan uranium (U). Rangkuman tahanannya adalah dari 0,5 W sampai 75 W dan tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ukuran paling kecil berbentuk mani-manik (beads) dengan diameter 0,15 mm sampai 1,25 mm, bentuk piringan (disk) atau cincin (washer) dengan ukuran 2,5 mm sampai 25 mm. Cincin-cincin dapat ditumpukan dan di tempatkan secara seri atau paralel guna memperbesar disipasi daya.

sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi termistor,pemasangan termistor

Dalam operasinya termistor memanfaatkan perubahan resistivitas terhadap temperatur, dan umumnya nilai tahanannya turun terhadap temperatur secara eksponensial untuk jenis NTC ( Negative Thermal Coeffisien).

\bg_white R_{T}=R_{A}e^{\beta T}

Koefisien temperatur α didefinisikan pada temperature tertentu, misalnya 25oC   sebagai berikut :

\bg_white \alpha =\frac{\Delta R_{T}/R_{T}}{\Delta T}

Teknik Kompensasi Termistor:

Karkateristik termistor berikut memperlihatkan hubungan antara temperatur dan resistansi  seperti tampak pada gambarberikut.

karakteristik termistor,sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi termistor,pemasangan termistor

Untuk pengontrolan perlu mengubah tahanan menjadi tegangan, berikut rangkaian dasar untuk mengubah resistansi menjadi tegangan.

sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi termistor,pemasangan termistor

Thermistor dengan koefisien positif (PTC, Positive Thermal Coeffisien)

Grafik karakteristik termistor jenis PTC :

sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi termistor,pemasangan termistor

Dalam operasinya termistor jenis PTC memanfaatkan perubahan resistivitas terhadap temperatur, dan umumnya nilai tahanannya naik terhadap temperatur secara eksponensial.

Cara lain untuk mengubah resistansi menjadi tegangan adalah dengan teknik linearisasi.

sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi termistor,pemasangan termistor

Daerah resistansi mendekati linier

sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi termistor,pemasangan termistor

Untuk teknik kompensasi temperatur menggunakan rangkaian penguat jembatan lebih baik digunakan untuk jenis sensor resistansi karena rangkaian jembatan dapat diatur titik kesetimbangannya.

sensor suhu termistor,sensor termistor,termistor NTC,termistor PTC,jenis termistor,teori termistor,pengertian termistor,formula termistor,rumus termistor,bahan termistor,membuat sensor suhu termistor,sensor thermal termistor,sensor temperature termistor,rangkaian dasar termistor,grafik termistor,gambar termistor,bentuk termistor,simbol termistor,kompensasi termistor,karakteristik termistor,sifat termistor,konfigurasi termistor,pemasangan termistor

Nilai tegangan outputnya adalah :

\bg_white V_{O}\approx \frac{R_{a}+2R_{b}}{R_{a}}\frac{V_{b}}{4}\frac{\Delta R}{R_{x}}

atau rumus lain yang dapat digunakan untuk menentukan tegangan output :

\bg_white V_{O}=S_{T}\Delta T                              \bg_white S_{T}=A\frac{V_{b}}{4}                                    \bg_white A=\frac{R_{1}+R_{2}}{R_{1}}

Sehingga :

\bg_white V_{O}=A\frac{V_{b}}{4}\left [ \delta -\frac{\delta ^{2}}{2}+\frac{\delta ^{3}}{4} \right ]

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Sensor Suhu Termistor" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Sensor Suhu Termistor":

Buat Pesan Untuk Artikel "Sensor Suhu Termistor"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
4+7= (Plus)