Sensor Photo Transistor

Saturday, September 1st 2012. | Sensor / Tranducer

Photo transistor merupakan jenis transistor yang bias basisnya berupa cahaya infra merah. Besarnya arus yang mengalir di antara kolektor dan emitor sebanding dengan intensitas cahaya yang diterima photo transistor tersebut. Simbol dari photo transistor ditunjukan pada gambar berikut.

Bentuk Dan Simbol Photo Transistor

Bentuk Simbol Photo Transistor,Sensor Photo Transistor,Simbol Photo transistor,Prinsip Kerja Sensor Photo Transistor,Contoh Rangkaian Dasar Sensor Photo Transistor,photo transistor,teori photo transistor,fungsi photo transistor,aplikasi photo transistor,menggunakan photo transistor,cara menggunakan photo transistor,harga photo transistor,cara seting photo transistor,konfigurasi photo transistor,karakteristik photo transistor,pengertian photo transistor,sistem kerja photo transistor,titik kerja photo transistor,cara menggunakan photo transistor,rangkaian photo transistor,skema photo transistor,dasar photo transistor,landasan teori photo transistor,rumus photo transistor.formulasi photo transistor,cara kerja photo transistor,jual photo transistor,kit photo transistor,modul photo transistor,fungsi sensor photo transistor

Photo transistor sering digunakan sebagai saklar terkendali cahaya infra merah, yaitu memanfaatkan keadaan jenuh (saturasi) dan mati (cut off) dari photo transistor tersebut. Prisip kerja photo transistor untuk menjadi saklar yaitu saat pada basis menerima cahaya infra merah maka photo transistor akan berada pada keadaan jenuh (saturasi dan saat tidak menerima cahaya infra merah photo transistor berada dalam kondisi mati (cut off)

Stuktur phototransistor mirip dengan transistor bipolar (bipolar junctoin transistor). Pada daerah basis dapat dimasuki sinar dari luar melalui suatu celah transparan dari luar kamasan taransistor. Celah ini biasanya dilindungi oleh suatu lensa kecil yang memusatkan sinar di tepi sambungangan basis emitor.

Prinsip Kerja Sensor Photo Transistor

Sambungan antara basis dan kolektor, dioperasikan dalam catu balik dan berfungsi sebagai fotodioda yang merespon masuknya sinar dari luar. Bila tak ada sinar yang masuk, arus yang melalui sambungan catu balik sama dengan nol. Jika sinar dari energi photon cukup dan mengenai sambungan catu balik, penambahan pasangan hole dan elektron akan terjadi dalam depletion region, menyebabkan sambungan menghantar. Jumlah pasangan hole dan elektron yang dibangkitkan dalam sambungan akan sebanding dengan intensitas sinar yang mengenainya. Sambungan antara basis emitor dapat dicatu maju, menyebabkan piranti ini dapat difungsikan sebagai transistor bipolar konvensional. Arus kolektor dari phototransistor diberikan oleh :

Terminal basis dari photo transistor tidak membutuhkan sambungan (no connect)  untuk bekerja. Jika basis tidak disambung dan VCE adalah positif, sambungan basis kolektor akan berlaku sebagai fotodioda yang dicatu balik. Arus kolektor dapat mengalir sebagai tanggapan dari salah satu masukan, dengan arus basis atau masukan intensitas sinar L1.

Contoh Rangkaian Dasar Sensor Photo Transistor

Bentuk Simbol Photo Transistor,Sensor Photo Transistor,Simbol Photo transistor,Prinsip Kerja Sensor Photo Transistor,Contoh Rangkaian Dasar Sensor Photo Transistor,photo transistor,teori photo transistor,fungsi photo transistor,aplikasi photo transistor,menggunakan photo transistor,cara menggunakan photo transistor,harga photo transistor,cara seting photo transistor,konfigurasi photo transistor,karakteristik photo transistor,pengertian photo transistor,sistem kerja photo transistor,titik kerja photo transistor,cara menggunakan photo transistor,rangkaian photo transistor,skema photo transistor,dasar photo transistor,landasan teori photo transistor,rumus photo transistor.formulasi photo transistor,cara kerja photo transistor,jual photo transistor,kit photo transistor,modul photo transistor,fungsi sensor photo transistor

Komponen ini memiliki sifat yang sama dengan transistor yaitu menghasilkan kondisi cut off dan saturasi. Perbedaannya adalah, bilamana pada transistor kondisi cut off terjadi saat tidak ada arus yang mengalir melalui basis ke emitor dan kondisi saturasi terjadi saat ada arus mengalir melalui basis ke emitor maka pada phototransistor kondisi cut off terjadi saat tidak ada cahaya infrared yang diterima dan kondisi saturasi terjadi saat ada cahaya infrared yang diterima.

Kondisi cut off adalah kondisi di mana transistor berada dalam keadaan OFF sehingga arus dari collector tidak mengalir ke emitor. Pada rangkaian gambar diatas, arus akan mengalir dan membias basis transistor Q2 C9014. Kondisi saturasi adalah kondisi di mana transistor berada dalam keadaan ON sehingga arus dari collector mengalir ke emitor dan menyebabkan transistor Q2 tidak mendapat bias atau OFF. Phototransistor ST8-LR2 memiliki sudut area 15 derajat dan lapisan pelindung biru yang melindungi sensor dari cahaya-cahaya liar. Pada phototransistor yang tidak dilengkapi dengan lapisan pelindung ini, cahaya-cahaya liar dapat menimbulkan indikasi-indikasi palsu yang terkirim ke CPU dan mengacaukan proses yang ada di sana.

Aplikasi komponen ini sebagai sensor peraba adalah digunakan bersama dengan LED Infrared yang dipancarkan ke permukaan tanah. Apabila permukaan tanah atau lantai berwarna terang, maka sinyal infrared akan dikembalikan ke sensor dan diterima oleh ST8-LR2. Namun bila permukaan tanah atau lantai berwarna gelap, maka sinyal infrared akan diserap dan hanya sedikit atau bahkan tidak ada yang kembali.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Sensor Photo Transistor" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Sensor Photo Transistor":

Buat Pesan Untuk Artikel "Sensor Photo Transistor"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
5+3= (Plus)