Pengertian Dan Jenis Transduser

Sunday, August 5th 2012. | Sensor / Tranducer

Transduser berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah. Sehingga transduser dapat didefinisikan sebagai suatu peranti yang dapat mengubah suatu energi ke bentuk energi yang lain. Bagian masukan dari transduser disebut “sensor ”, karena bagian ini dapat mengindera suatu kuantitas fisik tertentu dan mengubahnya menjadi bentuk energi yang lain.

Gambaran Umum Input – Output Transduser

Pengertian Dan Jenis Transduser,Gambaran Umum Input – Output Transduser,pengertian transduser,definisi transduser,teori dasar transduser,dasar teori transduser,karakteristik transduser,jenis transduser,tipe transduser,transduser pasif,transduser aktif,contoh transduser,aplikasi transduser,fungsi transduser,menggunakan transduser,harga transduser,jual transduser,harga beli transduser,penggunaan transduser,pemilihan transduser,car memilih transduser,kekuatan transduser,linieritas transduser,tanggapan transduser,sensitifitas transduser,respon transduser,linieritas transduser,stabilitas transduser,repeatability transduser,tipe transduser,penggunaan transduser,cara menggunakan transduser

Dari sisi pola aktivasinya, transduser dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Transduser pasif, yaitu transduser yang dapat bekerja bila mendapat energi tambahan dari luar.
  • Transduser aktif, yaitu transduser yang bekerja tanpa tambahan energi dari luar, tetapi menggunakan energi yang akan diubah itu sendiri.

Untuk jenis transduser pertama, contohnya adalah thermistor. Untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik yaitu tegangan listrik, maka thermistor harus dialiri arus listrik. Ketika hambatan thermistor berubah karena pengaruh panas, maka tegangan listrik dari thermistor juga berubah. Adapun contoh untuk transduser jenis yang kedua adalah termokopel. Ketika menerima panas, termokopel langsung menghasilkan tegangan listrik tanpa membutuhkan energi dari luar.

Pemilihan Transduser

Pemilihan suatu transduser sangat tergantung kepada kebutuhan pemakai dan lingkungan di sekitar pemakaian. Untuk itu dalam memilih transduser perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Kekuatan, maksudnya ketahanan atau proteksi pada beban lebih.
  • Linieritas, yaitu kemampuan untuk menghasilkan karakteristik masukan-keluaran yang linier.
  • Stabilitas tinggi, yaitu kesalahan pengukuran yang kecil dan tidak begitu banyak terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan.
  • Tanggapan dinamik yang baik, yaitu keluaran segera mengikuti masukan dengan bentuk dan besar yang sama.
  • Repeatability : yaitu kemampuan untuk menghasilkan kembali keluaran yang sama ketika digunakan untuk mengukur besaran yang sama, dalam kondisi lingkungan yang sama.
  • Harga. Meskipun faktor ini tidak terkait dengan karakteristik transduser sebelumnya, tetapi dalam penerapan secara nyata seringkali menjadi kendala serius, sehingga perlu juga dipertimbangkan.
Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Pengertian Dan Jenis Transduser" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Pengertian Dan Jenis Transduser":

Buat Pesan Untuk Artikel "Pengertian Dan Jenis Transduser"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
0+3= (Plus)