Prinsip Kerja Wattmeter Elektrodinamometer

Thursday, September 13th 2012. | Instrument

Wattmeter pada dasarnya merupakan penggabungan dari dua alat ukur yaitu Amperemeter dan Voltmeter, untuk itu pada Wattmeter pasti terdiri dari kumparan arus (kumparan tetap) (kumparan putar), sehingga pemasangannya juga sama yaitu kumparan arus dipasang seri dengan beban dan kumparan tegangan dipasang paralel dengan sumber tegangan. Apabila alat ukur Wattmeter dihubungkan dengan sumber daya (gambar Rangkaian wattmeter jenis elektrodinamometer), arus yang melalui kumparan tetapnya adalah i1 , serta arus yang melalui kumparan putarnya i2 , dan dibuat supaya masing-masing berbanding lurus dengan arus beban i dan tegangan beban v, maka momen yang menggerakkan alat putar pada alat ukur ini adalah i1. i2 = Kvi untuk arus searah, dimaka K adalah adalah suatu konstanta, dengan demikian besarnya momen berbanding lurus dengan daya pada beban VI .

Untuk jaringan arus bolak balik maka :

i_{1}1_{2}=Kvi=KVI[cos\varphi -cos(2\omega t-\varphi )]

Yang didapat dengan asumsi bahwa :

V=V_{m}sin\omega t

i=I_{m}sin(\omega t-\varphi )

Rangkaian Wattmeter Jenis Elektrodinamometer

Rangkaian Wattmeter Jenis Elektrodinamometer,Wattmeter Jenis Elektrodinamometer,Wattmeter tipe Elektrodinamometer,Wattmeter Elektrodinamometer,prinsip kerja Wattmeter Jenis Elektrodinamometer,harga Wattmeter Jenis Elektrodinamometer,jual Wattmeter Jenis Elektrodinamometercara pasang Wattmeter Jenis Elektrodinamometer,cara instal Wattmeter Jenis Elektrodinamometer,cara mengunakan Wattmeter Jenis Elektrodinamometer

Dan i2 adalah sefasa dengan V, maka penunjukan akan berbanding dengan VI cos f , yang sama dengan daya yang dipakai oleh beban. Jadi dengan demikian untuk arus searah maupun untuk arus bolak-balik dapat dikatakan bahwa penunjukan dari alat ukut Wattmeter tipe elektrodinamik akan berbanding lurus dengan daya beban. Gambar berikut menunjukkan beberapa variasi penyambungan alat ukur wattmeter tergantung dengan sistem yang dipilih.

Variasi Penyambungan Wattmeter

Variasi Penyambungan Wattmeter,variasi rangkaian Wattmeter,variasi circuit Wattmeter,variasi mode Wattmeter,macam rangkaian internal Wattmeter,contoh konfigurasi Wattmeter,variasi konfigurasi Wattmeter

Salah satu tipe wattmeter elektrodinamometer adalah tipe Portable Single Phase wattmeter. Alat ukur ini dapat dirancang untuk mengukur DC dan AC (25 ~ 1000 Hz) dengan akurasi tinggi. Konstruksi wattmeter tipe Portable Single Phase ditunjukkan pada gambar Konstruksi wattmeter tipe Portable Single Phase. dan hubungan internal dari alat ukur ditunjukan pada gambar berikut.

Hubungan Internal Wattmeter Tipe Portable Single Phase

Hubungan Internal Wattmeter Tipe Portable Single Phase,Rangkaian Internal Wattmeter,Circuit Internal Wattmeter,Wattmeter Tipe Portable Single Phase,konstruksi Internal Wattmeter Tipe Portable Single Phase,konfigurasi Internal Wattmeter Tipe Portable Single Phase,rangkaian Internal Wattmeter Tipe Portable Single Phase,skema Internal Wattmeter Tipe Portable Single Phase

Konstruksi Wattmeter Tipe Portable Single Phase

Konstruksi Wattmeter Tipe Portable Single Phase,bentuk Wattmeter Tipe Portable Single Phase,bagian Wattmeter Tipe Portable Single Phase,fungsi bagian Wattmeter Tipe Portable Single Phase,fisik Wattmeter Tipe Portable Single Phase,gambar Wattmeter Tipe Portable Single Phase

Seperti ditunjukkan pada gambar diatas, alat ukur wattmeter ini dikemas dalam kotak bakelite yang kuat. Bagian-bagian external dari wattmeter dijelaskan sebagai berikut :

  1. Jarum penunjuk
  2. Kaca : dfungsikan untuk mengeliminir kesalahan parallax dalam pembacaan.
  3. Pengatur Nol (Zero) : digunakan untuk mengatur posisi nol dari penunjukan
  4. Skala : terdiri dari 120 bagian (linear)
  5. Terminal tegangan : digunakan untuk menyambungkan tegangan. Terminal common tegangan diberi tanda (±), dan terminal tegangan yang lain mengindikasikan ukuran tegangan terukur.
  6. Terminal arus : Salah satu terminal diberi tanda (±) untuk menunjukkan bahwa terminal ini dihubungkan dengan terminal common tegangan, dan terminal arus yang lain mengindikasikan ukuran arus terukur.
  7. Tabel Perkalian : letak tabel perkalian di sisi samping alat ukur, tabel ini digunakan untuk menentukan besarnya daya nyata dari nilai penunjukan.
Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Prinsip Kerja Wattmeter Elektrodinamometer" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Prinsip Kerja Wattmeter Elektrodinamometer":

Buat Pesan Untuk Artikel "Prinsip Kerja Wattmeter Elektrodinamometer"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
1+7= (Plus)