Kalibrasi Alat Ukur Listrik Arus Searah (DC)

Sunday, September 16th 2012. | Instrument

Setiap sistem pengukuran harus dapat dibuktikan keandalannya dalam mengukur, prosedur pembuktian ini disebut kalibrasi. kalibrasi atau peneraan bagi pemakai alat ukur sangat penting. Kalibrasi dapat mengurangi kesalahan meningkatkan ketelitian pengukuran. Langkah prosedur kalibrasi menggunakan perbandingan instrumen yang akan dikalibrasi dengan instrumen standar. Berikut ini dicontohkan kalibrasi untuk ampermeter arus searah dan voltmeter arus searah secara sederhana.

1. Kalibrasi Ampermeter Arus Searah (DC)

Kalibrasi secara sederhana yang dilakukan pada ampermeter arus searah. Caranya dapat dilakukan dengan membandingkan arus yang melalui ampermeter yang akan dikalibrasi (A) dengan ampermeter standar (As). Langkah-langkahnya ampermeter (A) dan ampermeter standar (As) dipasang secara seri perhatikan gambar  di bawah.

Gambar Kalibrasi Ampermeter Arus Searah (DC)

Kalibrasi Alat Ukur Listrik Arus Searah (DC),Kalibrasi Ampermeter Arus Searah (DC),Gambar Kalibrasi Ampermeter Arus Searah (DC),ampermeter yang sudah waktunya dikalibrasi,Kalibrasi Voltmeter Arus Searah (DC),Gambar Kalibrasi Voltmeter Arus Searah (DC),volt meter yang sudah waktunya dikalibrasi,kalibrasi,kalibrasi alat ukur,kalibrasi volt meter,kalibrasi ampere meter,cara kalibrasi,cara mudah kalibrasi,cara sederhana klibrasi,kalibrasi meter dc,cara kalibrasi volt meter,cara kalibrasi amperemeter,mengkalibrasi volt meter,mengkalibrasi alat ukur,definisi kalibrasi,tujuan kalibrasi,sebab kalibrasi,alasan kalibrasi,meningkatkan akurasi alat ukur

Sebaiknya ampermeter yang akan digunakan sebagai meter standar adalah ampermeter yang mempunyai kelas presisi yang tinggi (0,05, 0,1, 0,2) atau presisi tingkat berikutnya (0,5). Gambar diatas menunjukkan bahwa IA adalah arus yang terukur pada meter yang akan dikalibrasi, Is adalah arus standar yang dianggap sebagai harga arus sebenarnya. Jika kesalahan mutlak (absolut) dari ampermeter diberi simbol α dan biasa disebut kesalahan dari alat ukur, maka dapat dituliskan :

\alpha =I_{A}-I_{s}

Perbandingan kesalahan alat ukur (α) terhadap harga arus sebenarnya (Is), yaitu : α/ Is biasa disebut kesalahan relatif atau rasio kesalahan. DInyatakan dalam persen. Sedangkan perbedaan atau selisih antara harga sebenanya atau standar dengan harga pengukuran disebut harga koreksi dituliskan :

k =I_{s}-I_{A}

Perbandingan harga koreksi terhadap arus yang terukur (k / IA ) disebut rasio koreksi atau koreksi relatif dinyatakan dalam persen.

Contoh kasus ampermeter yang sudah waktunya dikalibrasi :

Ampermeter digunakan untuk mengukur arus yang besarnya 20 mA, ampermeter menunjukan arus sebesar 19,4 mA. Berapa kesalahan, koreksi, kesalahan relatif, dan koreksi relatif.

Maka ampere meter tersebut memiliki nilai :
Kesalahan = 19,4 – 20 = – 0,6 mA
Koreksi = 20 – 19,4 = 0,6 mA
Kesalahan relatif = -0,6/20 . 100 % = – 3 %
Koreksi relatif = 0,6/19,4 . 100 % = 3,09 %

2. Kalibrasi Voltmeter Arus Searah (DC)

Sama halnya pada ampermeter, kalibrasi voltmeter arus searah dilakukan dengan cara membandingkan harga tegangan yang terukur voltmeter yang dikalibrasi (V) dengan voltmeter standar (Vs). Langkah-langkahnya voltmeter (V) dan voltmeter standar (Vs) dipasang secara paralel perhatikan gambar cara kalibrasi sederhana voltmeter dibawah.

Gambar Kalibrasi Voltmeter Arus Searah (DC)

Kalibrasi Alat Ukur Listrik Arus Searah (DC),Kalibrasi Ampermeter Arus Searah (DC),Gambar Kalibrasi Ampermeter Arus Searah (DC),ampermeter yang sudah waktunya dikalibrasi,Kalibrasi Voltmeter Arus Searah (DC),Gambar Kalibrasi Voltmeter Arus Searah (DC),volt meter yang sudah waktunya dikalibrasi,kalibrasi,kalibrasi alat ukur,kalibrasi volt meter,kalibrasi ampere meter,cara kalibrasi,cara mudah kalibrasi,cara sederhana klibrasi,kalibrasi meter dc,cara kalibrasi volt meter,cara kalibrasi amperemeter,mengkalibrasi volt meter,mengkalibrasi alat ukur,definisi kalibrasi,tujuan kalibrasi,sebab kalibrasi,alasan kalibrasi,meningkatkan akurasi alat ukur

Voltmeter yang digunakan sebagai meter standar adalah voltmeter yang mempunyai kelas presisi tinggi (0,05, 0,1, 0,2) atau presisi tingkat berikutnya (0,5). Pada Gambar cara kalibrasi sederhana voltmeter diatas , V adalah tegangan yang terukur pada meter yang dikalibrasi, sedangkan Vs adalah tegangan standar yang dianggap sebagai harga tegangan sebenarnya. Jika kesalahan mutlak (absolut) dari voltmeter diberi simbol α dan biasa disebut kesalahan dari alat ukur, maka dapat dituliskan :

\alpha =V-V_{s}

Perbandingan besar kesalahan alat ukur (α) terhadap harga tegangan sebenarnya (Vs), yaitu : α/ Vs disebut kesalahan relatif atau rasio kesalahan dinyatakan dalam persen. Sedangkan perbedaan harga sebenanya atau standar dengan harga pengukuran disebut koreksi dapat dituliskan :

k =V_{s}-V

Demikian pula perbandingan koreksi terhadap arus yang terukur (k / V ) disebut rasio koreksi atau koreksi relatif dinyatakan dalam persen.

Contoh kasus volt meter yang sudah waktunya dikalibrasi :

Voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan yang besarnya 50 V, voltmeter tersebut menunjukan tegangan sebesar 48 V. Berapa nilai kesalahan, koreksi, kesalahan relatif, dan koreksi relatif.

Maka volt meter tersebut memiliki nilai :

Kesalahan = 48 – 50 = – 2 V
Koreksi = 50 – 48 = 2 V
Kesalahan relatif = – 2/50 . 100 % = – 4 %
Koreksi relatif = 2/48 . 100 % = 4,16 %

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Kalibrasi Alat Ukur Listrik Arus Searah (DC)" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Kalibrasi Alat Ukur Listrik Arus Searah (DC)":

Buat Pesan Untuk Artikel "Kalibrasi Alat Ukur Listrik Arus Searah (DC)"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
2+6= (Plus)