Distorsi Crossover Pada Penguat

Tuesday, December 9th 2014. | Teori Elektronika

Distorsi crossover adalah distorsi pada daerah persilangan dengan titik nol, atau dengan kata lain cacat sinyal yng terjadi pada persimpangan nol antara simpangan sinyal positif dan negatif. Distorsi crossover ini sering terjadi pada penguat sinyal dengan power output totem pool atau komplementer yang bias basisnya tidak tepat sehingga terjadi crossover secara lead maupun leag. Distorsi crossover ini terjadi pada penguat tegangan kelas B, sehingga penguat tegangan tersebut dimodifikasi dan diperoleh penguat kelas AB. Sifat-sifat distorsi pada penguat kelas B ini terjadi bila karakteristik transfernya tidak linear. Distorsi ini akibat sifat nonlinear dari transistor dikenal sebagai distorsi cross-over, hal ini secara sederhana akibat kedua transistor tidak konduksi pada tegangan -Vγ < Vi < Vγ seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Bentuk Sinyal Output Dengan Distorsi Crossover

Bentuk Sinyal Output Dengan Distorsi Crossover,distorsi crossover,bentuk distorsi crossover,output denagn distorsi crossover,titik distorsi crossover,sinyal distorsi crossover,teori distorsi crossover,pengertian distorsi crossover,penyebab distorsi crossover,terjadi distorsi crossover,distorsi crossover adalah,distorsi crossover kelas B

Karena karakter non linear dari transistor, maka ada distorsi harmonik yaitu distorsi crossover. Distorsi ini dapat dieliminasi dengan memberikan tegangan bias DC kecil pada masing-masing transistor, misalnya menggunakan dua buah dioda atau dua buah transistor yang kira-kira sama dengan 2 Vγ seperti ditunjukkan pada dibawah. Kerugianya dalam hal effisiensi, karena ada daya stand-by tsb.

Teknik Menghilangkan Distorsi Crossover Penguat Kelas B

Teknik Menghilangkan Distorsi Crossover Penguat Kelas B,mengatasi distorsi crossover,menghilangkan distorsi crossover,solusi distorsi crossover,memperbaiki distorsi crossover,cacat sinyal,sinyal cacat,terjadi distorsi,sinyal distorsi

Transistor Q1 akan dibias untuk operasi kelas A. Hambatan R1 sebagai beban kolektor dengan kondisi quiescent (vs = 0): ILQ = 0 dan VENQ = 20 V. Arus yang mengalir melalui dioda D1 dan D2 akan menghasilkan beda potensial sebesar :

V_{D1}+V_{D2}

Pada kondisi quiescent arus yang mengalir di kolektor adalah IC1Q. Transistor Q2 dan Q3 beroperasi dalam kelas B. Umumnya pada rancangan ini dioda D1, D2 dan transistor Q2 dan Q3 menggunakan heat-sink yang sama, sehingga pada saat transistor Q2 dan Q3 panas akan membuat VD1 + VD2 berkurang tegangannya selanjutnya akan mengurangi arus quiescent, rancangan ini dikenal sebagai umpanbalik negatif termal.

Berbagi Artikel "Distorsi Crossover Pada Penguat":

Artikel Terkait "Distorsi Crossover Pada Penguat"

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Distorsi Crossover Pada Penguat" memberikan manfaat. Terima kasih

Like Untuk Ikuti Perkembangan Materi Elektronika

Buat Pesan Untuk Artikel "Distorsi Crossover Pada Penguat"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
3+4= (Plus)