Tipe Ballast Elektronik

Monday, August 20th 2012. | Artikel Elektronika, Rangkaian

Ballast elektronik lampu TL terdapat 3  macam tipe yang sering digunakan untuk menyalakan lampu TL yaitu :

Flyback Inverter

Tipe ini tidak terlalu populer karena adanya pendekatan transien tegangan tinggi sehingga berdampak langsung dengan penggunaan tegangan rangkaian tegangan tinggi begitu pula dengan penggunaan komponen-komponen transistor untuk tegangan tinggi.

Blok Diagram Flyback Inverter

Blok Diagram Flyback Inverter,Flyback Inverter,rangkaian Flyback Inverter,dasar Flyback Inverter,jenis amplang,tipe amplang,desarFlyback Inverter,inverter lampu TL,tipe flyback inverter

Selain itu rangkaian flyback akan menurunkan efisiensi transistor karena kerugian pada saat switching .  Kerugian yang utama yaitu flyback inverter akan menghasilkan tegangan berbentuk kotak dan arus berbentuk segitiga.  Tegangan dengan bentuk gelombang seperti ini tidak cukup baik untuk lampu TL. Agar rangakaian ini dapat menghasilkan sinyal berbentuk sinus maka perlu ditambahkan komponen induktor dan kapasitor.

Rangkaian Current Source Resonant

Untuk rangkaian dengan menggunakan teknik ini membutuhkan komponen tambahan induktor yang dinamakan feed choke.  Komponen ini juga harus menggunakan transistor tegangan tinggi.  Oleh karena itu rangkaian ballast elektronik ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi.  Komponen transistor yang digunakan harus mempunyai karakteristik tegangan breakdown (VBR harus lebih besar dari 784 volt dan harus mampu mengalirkan arus kolektor sebesar 1 sampai 2A.

Blok Diagram Rangkaian Current Source Resonant

Blok Diagram Rangkaian Current Source Resonant,Rangkaian Current Source Resonant,skema Rangkaian Current Source Resonant,tipe ballast elektronik,jenis balast elektronik,

Rangkaian Voltage Source Resonant

Rangkaian ini paling banyak dipakai oleh berbagai industri ballast elektronik saat ini. Tegangan AC sebagai tegangan suplai disearahkan dengan mengggunakan bridge DR dan akan mengisi kapasistor bank C1.  C1 akan menjadi sumber tegangan DC untuk tabung lampu TL.  Kemudian sebuah input filter dibentuk untuk mencegah rangkaian dari tegangan transien dari tegangan suplai PLN dan melemahkan berbagai sumebr noise EMI (Electro Magnetic Interferrence) yang dihasilkan oleh frekuensi tinggi dari tabung lampu TL. Filter input ini dibentuk dengan rangkaian induktor dan kapasitor.  Blok diagram rangkaian dapat dilihat pada gambar berikut.

Blok Diagram Rangkaian Voltage Source Resonant

Blok Diagram Rangkaian Voltage Source Resonant,inverter Voltage Source Resonant,transformer wireless mic,dasar teori Voltage Source Resonant,pengertian Voltage Source Resonant,manfaat Voltage Source Resonant,Voltage Source Resonant adalah,aplikasi Voltage Source Resonant

Input filter ini harus mempunyai spesifikasi yang baik karena harus dapat mencegah interferensi gelombang radio sehingga di Amerika input filter ini harus mempunyai sertifikat FCC.

Frekuensi resonansi yang dihasilkan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan :

f_{o}=\frac{1}{2 \pi}\sqrt{\frac{L(C3*C4)}{C3+C4}}

Pada saat rangkaian dihidupkan maka tabung TL akan mempunyai impedansi yang sangat besar sehingga C4 seakan-akan seri dengan L dan C3 sehingga didapatkan persamaan di atas.

Resonansi yang dihasilkan ini mempunyai tegangan yang cukup besar agar dapat mengionisasi gas yang berada di dalam tabung lampu TL tersebut.  Kondisi ini akan menyebabkan kondisi strating yang tiba-tiba sehingga dapat memperpendek umur dari filamen karena filemen belum mendapatkan pemanasan yang cukup untuk mengemisikan elektron.  Kondisi ini ditentukan oleh keadaan osilatornya.

Pada saat starting up ini pula terdapat arus peak yang sangat besar, sebesar 4 kali arus steady state.  Oleh karena itu harus dipilih transistor yang mempunyai karakterisktik arus kolektor sebesar 4 x arus steady yaitu sekitar 2.75A.  Arus steady besarnya sekita 0.75A.  Sehingga Q1 dan Q2 harus mampu melewatkan arus sebesar 2.75A.

Ketika tabung TL telah terionisasi dengan penuh maka impedansinya akan turun menjadi ratusan ohm saja sehingga akan membuang muatan pada C4.  Kondisi ini akan menggeser frekuensi resonansi ke nilai yang ditentukan oleh C3 dan L.  Energi yang sedang digunakan tersebut sekarang lebih kecil begitu pula dengan tegangan di antara elektroda-elektrodanya menjadi kecil pula.  Kondisi ini mengakhiri kondisi startup dari lampu TL ini.

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Tipe Ballast Elektronik" memberikan manfaat. Terima kasih

Berbagi Artikel "Tipe Ballast Elektronik":

Buat Pesan Untuk Artikel "Tipe Ballast Elektronik"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
2+6= (Plus)