Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification)

Wednesday, February 24th 2016. | Artikel Elektronika

Alokasi frekuensi kerja RFID (Radio Frequency Identification) terletak pada band frekuensi ISM (Industrial, Scientific, and Medical) yang diperuntukan untuk keperluan Industri, Peneilitian dan Medis. Frekuensi kerja RFID terletak pada 3 band frekuensi radio sebagai berikut.

Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification)

Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification),frekuensi kerja RFID,frekuensi RFID,alokasi frekuensi RFID,range frekuensi RFID,pengaruh frekuensi kerja RFID,memnetukan frekuensi kerja RFIDalokasi frekuensi kerja RFID

  • Band LF (Low Frequncy), Frekuensi kerja RFID pada bang LF ini terletak pada rang frekuensi 125 KHz – 134 KHz. RFID dengan frekuensi kerja pada band LF dengan range frekuensi tersebut sering digunakan untuk keperluan penelitian tracking binatang dan tracking pengiriman suatu aset.
  • Band HF (High Frequency), Frekuensi kerja RFID pada band HF terletak pada frekuensi 13,56 MHz. RFID dengan frekuensi kerja 13,56 ini digunakan di mana media data rate (TAG RFID) dan pembaca RFID (RFID Reader) berjarak  sekitar 1,5 meter. RFID dengan frekuensi ini juga memiliki keuntungan karena tidak mengalami gangguan dari keberadaan air atau logam.
  • Band UHF (Ultra High-Frequency), Range frekuensi RFID pada band UHF terletak pada range frekuensi 850 MHz – 950 MHz dan 2,4 GHz. RFID dengan frekuensi kerja pada band ISM UHF ini memiliki kecepatan pembacaan yang tinggi.

Alokasi frekuensi kerja RFID tersebut digunakan sebagai media komunikasi antara Tag RFID dan pembaca RFID (RFID reader).

Pemilihan dari frekuensi kerja sistem RFID akan mempengaruhi jarak komunikasi, interferensi dengan frekuensi sistem radio lain, kecepatan komunikasi data, dan ukuran antena. Untuk frekuensi yang rendah umumnya digunakan tag pasif, dan untuk frekuensi tinggi digunakan tag aktif.

Pada frekuensi rendah, tag pasif tidak dapat mentransmisikan data dengan jarak yang jauh, karena keterbatasan daya yang diperoleh dari medan elektromagnetik. Akan tetapi komunikasi tetap dapat dilakukan tanpa kontak langsung. Pada kasus ini hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah tag pasif harus terletak jauh dari objek logam, karena logam secara signifikan mengurangi fluks dari medan magnet. Akibatnya tag RFID tidak bekerja dengan baik, karena tag tidak menerima daya minimum untuk dapat bekerja.

Pada frekuensi tinggi, jarak komunikasi antara tag aktif dengan pembaca RFID dapat lebih jauh, tetapi masih terbatas oleh daya yang ada. Sinyal elektromagnetik pada frekuensi tinggi juga mendapatkan pelemahan (atenuasi) ketika tag tertutupi oleh es atau air. Pada kondisi terburuk, tag yang tertutup oleh logam tidak terdeteksi oleh pembaca RFID.

Ukuran antena yang harus digunakan untuk transmisi data bergantung dari panjang gelombang elektromagnetik. Untuk frekuensi yang rendah, maka antena harus dibuat dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan RFID dengan frekuensi tinggi.

Berbagi Artikel "Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification)":

Artikel Terkait "Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification)"

Karena ilmu itu adalah cahaya yang selalu menerangi setiap kehidupan kita. Diperbolehkan meng-copy tulisan di blog ini dengan tetap menjaga amanah ilmiyah & mencantumkan URL Link alamat blog ini. Dan mohon koreksi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian materi. Semoga artikel "Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification)" memberikan manfaat. Terima kasih

Like Untuk Ikuti Perkembangan Materi Elektronika

1 Komentar Untuk Artikel " Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification)" »

Buat Pesan Untuk Artikel "Alokasi Frekuensi Kerja RFID (Radio Frequency Identification)"

Be nice, Keep it clean, Stay on topic and No spam.
0+8= (Plus)